Catatan yang Terlalu Lama Kita Tunda
Indonesia hari ini tidak kekurangan aparat. Tidak kekurangan aturan. Tidak kekurangan program.
Yang kita kekurangan adalah kesabaran untuk membangun dari awal.
Membangun rumah tangga yang hadir, bukan sekadar ada. Menghidupkan kembali rumah adat sebagai etika, bukan seremoni.
Mengembalikan sekolah sebagai tempat membentuk manusia, bukan hanya mengukur nilai.
Menjadikan agama sebagai jalan memanusiakan manusia, bukan sekadar identitas.
Dan menghadirkan negara sebagai penuntun, bukan hanya penindak.
Karena jika tidak, kita akan terus mengulang siklus yang sama: membiarkan retakan kecil, lalu panik menghadapi runtuhan besar.
Merawat yang Kecil, Menjaga yang Besar
Barangkali kita perlu jujur pada satu hal sederhana: bangsa ini tidak sedang kekurangan solusi—ia sedang kelelahan karena terlalu sering memperbaiki akibat, bukan sebab.
Satu jendela pecah mungkin terlihat sepele. Tetapi dari situlah orang belajar bahwa tidak ada yang menjaga.
Dan ketika semua orang percaya bahwa tidak ada yang menjaga, maka yang runtuh bukan lagi jendela—
melainkan kepercayaan kita satu sama lain.
Di situlah, diam-diam, sebuah bangsa bisa kehilangan dirinya.
Baca tanpa iklan