News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Iran Vs Amerika Memanas

Taring Trump Tetap Tajam?

Editor: Suut Amdani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TUJUAN PERANG GAGAL - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan pengumuman di Ruang Oval pada Selasa (31/3/2026). Xavier Quentin Pranata menuliskan opini di Tribunners dengan judul, Taring Trump Tetap Tajam?

Empat blunder inilah yang membuat ‘Trump Aesthetic’ kehilangan pesonanya. Alih-alih membuat kagum, ‘nila bertitik-titik’ jika tidak segera diatasi dengan akrobatik supercanggih, bisa membuat ‘susu dan madu’ Paman Sam bergolak dan menuntut pemakzulan.

Bisakah Trump menahan pemakzulan?

Kerja kerasnya membangun citra presiden terdidik bisa tunggang balik diterjang isu pelecehan agama. 

Citra megah dan mewah yang coba dia tampilkan dengan membangun ‘Presidential Library’ di Miami lebih mirip kasino hotel di Las Vegas. Alih-alih megah, mainan baru Trump ini malah diolok norak.

Strateginya yang membuatnya bisa duduk dua kali di gedung putih dengan menggunakan ‘righteous crusade’ kini mengalami benturan keras. 

Agama tidak bisa dipermainkan. 

Orang yang memainkan isu agama untuk mendongkrak elektabilitas pada akhirnya akan terbongkar kedoknya karena semakin meningkat kedewasaan dan kerohanian seseorang, permainan semacam ini akan dianggap usang, bahkan memuakkan dan akhirnya dibuang.

Retorikannya yang meyakinkan orang bahwa dia adalah pejuang pembela iman dengan memerangi pengaruh setan dan Iblis ‘ateis dan Marxis’ tak lagi mempan. 

Bukankah setan pun akan muak kalau terus-meneruskan dijadikan kambing hitam?

Narasi politik yang dibangunnya dengan kecepatan yang mencengangkan dengan memposisikan diri sebagi ‘Cyrus’—pemimpin sekular yang membela kepentingan agama—akhirnya ikut tergerus. 

Siapa yang mau terus-menerus menjadi pemandu sorak yang ditinggal di pinggir lapangan saat sang pemenang memegang tropi?

Beruntung Trump memiliki JD Vance yang setia. Berapa kali Vance harus telepon Trump atau ditelpon atasannya itu saat perundingan damai dengan Iran di Pakistan kemarin? 

Jika salah satu pihak saja bersitegang dan terus menabuh genderang, perang tampaknya masih sulit untuk diatasi. 

Namun siapa yang bisa menebak langkah Trump berikutnya? 

Mampukah dia mengatasi ‘perang dalam negeri’—demonstrasi anti perang dan usul pemaksulan—dan perang dunia karena gaya kepemimpinannya yang agresif? Waktu yang  akan membukanya.

•    Xavier Quentin Pranata, kolumnis dan penulis buku.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini