News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Tidak Menolong Malah Nyolong

Editor: Suut Amdani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EVAKUASI MOBIL – Anwar mengalami nasib nahas setelah mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Nanga Mau–Sintang, Desa Jaya Sakti, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang. Saat ditinggalkan di lokasi kejadian, kendaraan tersebut justru menjadi sasaran pencurian.

Salah satu akar yang tidak kelihatan dari setiap penjarahan adalah kesenjangan sosial yang secara sengaja ditutup-tutupi aparat dan pejabat agar tidak ada rapor merah.

Jika pejabat yang berwenang secara berjenjang tidak suka dengan bad news, mengapa kita harus menyodorkan rapor negatif yang membuat wajah junjungan menjadi merah.

Dari sini segala upaya dan rekayasa dibuat dengan satu tujuan: Asal Bapak Senang.

Jika rem ABS (Anti-lock Braking System) mencegah kita tergelincir di jalan yang licin, ABS justru membuat pemerintahan terjungkal.

Istilah dinepalkan saja membuktikan bahwa pejabat tinggi yang tidak peka terhadap nasib rakyat membuat bom waktu itu akhirnya meletus dan menerjang dirinya juga.

Bukan sekadar pain killer

“Saya harap peristiwa ini (penjarahan) menjadi yang terakhir,” begitu selalu ucapan sok bijak yang digaungkan pejabat.

Namun, tidak lama kemudian, peristiwa sejenis berulang kembali, bahkan dengan intensitas yang berlapis-lapis.

Paling tidak ada tiga jaring pengaman yang perlu kita siapkan.

Pertama dan terutama, kesejahteraan sosial. Jika masyarakat di sekitar kejadian sudah mapan, penjarahan bisa diminimalisir.

Kedua, membangkitkan rasa aman dengan pemasangan CCTV di mana-mana.

Jika ‘mata hukum’ itu ada di mana-mana dan terus melek (Jawa = terbuka dan waspada), orang akan berpikir dua kali untuk melakukan penjarahan.

“Nanti wajahku terdeteksi,” suara hatinya berteriak keras.

Ketiga, penegakan hukum yang benar-benar tegak.

Istilah ‘tajam ke bawah dan tumpul ke atas’ harus betul-betul diberantas.

Artinya, negara sungguh hadir dan bukan hanya ‘titip tanda tangan’ ke bawahan.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini