Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Demokrat: Parpol yang Menolak BLSM Harus Dipertanyakan

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf, memertanyakan partai yang menolak BLSM.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonard AL Cahyoputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), dengan alasan menyelamatkan APBN dan kepentingan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat.

Selain itu, pemerintah membuat kebijakan akan memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) kepada masyarakat, sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf, memertanyakan partai yang menolak BLSM.

"Kalau parpol menolak harus dipertanyakan, karena (BLSM) bukan untuk kepentingan pemerintah," kata Nurhayati saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Ia menuturkan, Partai Demokrat setuju akan progam BLSM, karena progam tersebut untuk masyarakat miskin, dan partainya berjuang untuk masyarakat miskin.

"Ini bukan untuk Partai Demokat. Uang ini sangat dibutuhkan rakyat. Kalau ada yang menolak, mungin mereka belum jadi orang miskin, jadi belum tahu," tutur Nurhayati.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi, dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter. Jika direalisasikan, pemerintah akan memberikan kompensasi uang tunai dalam program BLSM sebesar Rp 150 ribu per bulan per keluarga yang berhak menerima.

BLSM direncanakan diberikan selama empat bulan. Presiden berharap pembahasan APBN-P 2013 antara DPR dan pemerintah dapat dipercepat, sehingga bulan ini sudah dapat disahkan menjadi UU. Dengan demikian, harga BBM bersubsidi bisa segera dinaikkan. Alasannya, untuk penyelamatan APBN. (*)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas