Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Gubernur BI: Harga BBM Bersubsidi Belum Tentu Dinaikkan

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengimbau kepada masyarakat agar jangan panik mendengar rencana

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengimbau kepada masyarakat agar jangan panik mendengar rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Pasalnya dengan kepanikan tersebut, harga barang dan komoditas sudah naik lebih dulu.

"Kalau harga BBM belum diputus, jangan merespon secara salah atau berlebihan," ujar Agus Martowardojo di Komisi XI DPR, Senin (27/5/2013).

Agus menegaskan harga BBM bersubsidi jenis Premium dan Solar belum tentu dinaikan. Hal ini menunggu dari persetujuan antara pemerintah dengan DPR yang nantinya dibahas di rapat paripurna.

"Belum diputuskan, jangan sampai masyarakat mengira sudah ada kenaikan harga BBM. Semua menduga harga sudah naik padahal keputusannya nggak ada," jelas Agus.

Akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, Agus memprediksi terjadi inflasi sampai 7,6 persen. Dampak inflasi tersebut sangat dirasakan dalam waktu dua sampai tiga bulan dari kenaikan harga BBM.

"Tapi inflasi dari bulan ke bulan menjadi rendah. Sedangkan secara tahun per tahun inflasi akan dirasakan cukup lama," ungkap Agus.

Kendati inflasi meningkat sampai 7,76 persen, namun Agus menilai Bank Indonesia bisa cepat dan mengendalikan hal tersebut. Pasalnya ada respon yang telah disiapkan Bank Indonesia terkait hortikultura dan biaya transport.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau angkutan darat terjadi kenaikan harga, biaya taxi dilakukan penyesuaian tarif, harga elpiji dinaikan, inflasi diprediksi 7,76 persen, kalau direspon dengan baik, kisaran inflasi 7,2 persen," papar Agus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas