Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jika Stimulus The Fed dicabut, BI Rate Bisa Naik Lagi

Ekonom Tony Prasetyantoko, menuturkan Bank Indonesia (BI) harus menaikan BI rate jika memang pencabutan stimulus j

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ekonom Tony Prasetyantoko, menuturkan Bank Indonesia (BI) harus menaikan BI rate jika memang pencabutan stimulus jadi dilakukan The Fed dalam rapat Federal Office Meeting Commite (FOMC) pada pekan depan.

"Jika The Fed mencabut stimulus maka BI harus menaikan BI rate mungkin menjadi 7,5-8 persen sampai dengan akhir tahun," katanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (16/9/2013)

Tony menambahkan kenaikan BI rate merupakan langkah BI untuk  menarik aliran dana asing ke indonesia. Setelah stimulus The Fed lari ke negara asalnya maka aliran dana itu akan kembali lagi ke indonesia.

"Jika rupiah menguat maka BI rate akan kembali lagi ke indonesia, mungkin gak sebanyak dulu, tetapi mereka akan kembali lagi karena yieldnya masih tinggi," katanya.

Kenaikan BI rate akan menaikan nilai tukar rupiah karena semakin menariknya investasi porfolio dengan mata uang rupiah di indonesia. Rupiah akan menguat di kisaran Rp 11.000 sampai dengan akhir tahun.

"Penguatan rupiah dibayang-bayangi dengan neraca berjalan yang masih tinggi akibat struktural masih lemah, namun investor bisa kembali lagi dengan melihat estimasinya setelah tapping off itu selesai," katanya.

Sebagai informasi BI rate sudah menaik ketiga kalinya pada tahun ini. Terakhir BI menaikan BI rate menjadi 25 bps menjadi 7,25 persen. Kenaikan itu untuk memperkuat nilai tukar rupiah dan memperlambat laju pertumbuhan pada tahun ini.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas