Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Cengkih Kering Anjlok

Harga cengkih kering yang pada pertengahan tahun lalu sempat menembus Rp 250.00 per kg, kini hanya Rp 135.000 per kg.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Harga cengkih kering yang pada pertengahan tahun lalu sempat menembus Rp 250.00 per kg, kini hanya Rp 135.000 per kg.

"Harga cengkih sejak Juni lalu anjlok terus. Paling tinggi sempat Rp 250.000 sekilo, kemudian tiap bulan turun. Menjelang bulan puasa sudah Rp 150.000 per kilo kering. Tapi memasuki pertengahan September ini hanya Rp 135.000 sekilo," ujar Ono Rohana, petani cengkih di Dusun Indragiri Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan kepada Tribun, Minggu (15/9).

Menurut Ono, anjloknya harga cengkih ini diperkirakan karena di beberapa daerah cengkih sudah mulai panen seperti di Panumbangan dan Panjalu.

"Di Panumbangan sudah banyak yang panen. Lihat saja kalau di sisi jalan sudah banyak yag menjemur cengkih berarti di daerah tersebut sedang panen cengkih. Di Panawangan sendiri panennya masih segelintir," ujarnya.

Panawangan sejak tahun 1980-an memang menjadi sentra cengkih di Ciamis. Namun kemudian luluh lantak setelah adanya pengendalian harga cengkih oleh Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkih (BPPC) pada 1990.

Sehingga petani banyak yang menebang pohon cengkih mereka dan menjual kayunya untuk kayu bakar yang dijual ke sentra pembuatan genteng Plered Purwakarta.

Meskipun demikian masih ada warga yang mencoba mempertahankan tanaman mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi jumlahnya tidak sampai 10 persen dari populasi sebelumnya. Lihat saja pohon-pohon sisa penebangan massal tersebut umurnya sudah tua-tua. Namun masih berbunga, dan tetap dipanen setiap musim cengkih," jelas Ono.

Walaupun harga cengkih sekarang masih tergolong bagus, namun masyarakat kurang tertarik untuk melakukan peremajaan. "Nyaris tidak ada budi daya atau penanaman baru pohon cengkih sebagai langkah peremajaan," ujar Ono. (sta)

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas