Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat: PGN Lupakan Konsumen Gas Rumah Tangga

Pengamat energi Sofyani Zakaria, mengatakan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) belum mengembangkan jaringan distribusi ke konsumen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
zoom-in Pengamat: PGN Lupakan Konsumen Gas Rumah Tangga
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Sejumlah petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) mengontrol tumpukan pipa gas yang akan disambungkan di Kawasan Industri Tambak Aji, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jateng, Kamis (24/4/2014). Proyek clusterisasi Compressed Natural Gas (CGN) ini akan dihubungkan dengan jaringan pipa sepanjang 5.150 meter dimana akan disalurkan ke pelanggan di kawasan Industri Tambak Aji dan perumahan Kiwonan serta Wahyu Utomo. Konversi gas bumi sebesar 710 ribu kaki kubik per hari ini setara lebih dari 600 kilo liter per bulan pemakaian solar, sehingga dapat menghemat biaya energi mencapai Rp 50 Miliar per tahun. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat energi Sofyani Zakaria, mengatakan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) belum mengembangkan jaringan distribusi ke konsumen (hilir). Pasalnya hal itu harus melihat praktik terapan bisnis gas maupun migas dunia yang dijalankan selama ini.

Sofyano menilai, jika PGN menerapkan konsumen hilir, masyarakat bisa menikmati bahan bakar gas yang bersih dan murah. "Ini yang tidak dilakukan PGN," ujar Sofyano, Minggu (11/5/2014).

Sofyano berpendapat PGN terlalu mengembangkan infrastruktur gas ke hulu dengan target pendapatan dari transmisi gas dan konsumen industri. Sedangkan, konsumen gas rumah tangga dilupakan. "Dampaknya adalah lambatnya pembangunan distribusi gas kepada masyarakat," papar Sofyano.

Sofyano menambahkan jika PGN masih mementingkan keuntungan korporasi, otomatis infrastruktur gas terhambat. Dalam hal ini program pemerintah untuk mengurangi Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak dijalankan.

"Sulitnya program konversi BBM ke gas untuk kendaraan karena pengembangan jumlah SPBG juga terhambat," papar Sofyano.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas