Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kenaikan Tarif Listrik Berimbas Pada Inflasi September

Namun, adanya panen kecil pada bulan itu diharapkan mampu meredam risiko inflasi akibat kenaikan TDL.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kenaikan Tarif Listrik Berimbas Pada Inflasi September
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN/GANI KURNIAWAN
Petugas PLN Area Bandung melakukan pemeliharaan dan mengukur kapasitas penggunaan listrik di Gardu MRT, Jalan Laswi, Kota Bandung, Rabu (30/4). Pemerintah bersama dengan Komisi VII DPR RI telah memutuskan waktu dan tahapan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun 2014 untuk golongan industri menengah yang sudah go public, industri besar, rumah tangga besar, bisnis menengah, bisnis besar, dan kantor pemerintah sedang yang akan dimulai pada Mei 2014 sampai Desember 2014 secara bertahap. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk sektor produksi maupun rumah tangga mulai hari ini diprediksi berdampak pada inflasi September 2014 mendatang.

Namun, adanya panen kecil pada bulan itu diharapkan mampu meredam risiko inflasi akibat kenaikan TDL.

"Ya itu (kenaikan TDL) pasti masuk ke inflasi September. Tapi biasanya September ada mini panen. Nah itu mudah-mudahan harapannya inflasi September bisa dikendalikan (bisa ditutupi dari panen)," kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Bambang PS Brodjonegoro di Gedung DPR, Senin (1/9/2014).

Bambang menyatakan, biasanya pada bulan September dan Oktober adalah masa-masa di mana inflasi berada pada kisaran yang cukup rendah. Ini lantaran adanya panen kecil yang dapat meredam laju inflasi.

Sementara itu, terkait dampak kenaikan harga gas elpiji terhadap inflasi diakui Bambang telah dihitung oleh pemerintah. Akan tetapi, dampak kenaikan harga gas elpiji tersebut dipandangnya tidak akan besar.

"Kami sudah hitung, kenaikan elpiji paling tinggi 0,1 (persen), tergantung juga kenaikannya berapa rupiah. Cuma ya paling tinggi 0,1," jelas dia.

Adapun komoditas yang perlu diwaspadai pada akhir tahun yang dapat berpengaruh terhadap inflasi menurut Bambang adalah komoditas pokok.

Rekomendasi Untuk Anda

"Akhir tahun lebih karena masalah permintaan, libur akhir tahun, hari raya, dan sebagainya," ujar Bambang.

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan inflasi bulanan Agustus 2014 mencapai 0,47 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Juli 2014 yang mencapai 0,93 persen.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas