Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tim Transisi Siapkan Pengaman Rakyat Miskin Antisipasi Pengurangan BBM Bersubsidi

"Jadi bukan persoalan kenaikannya, tapi kesiapan kita menyediakan dukungan program kesejahteraan bagi masyarakat. Pastikan dulu masyarakatnya aman,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Tim Transisi Siapkan Pengaman Rakyat Miskin Antisipasi Pengurangan BBM Bersubsidi
Tribunnews/Herudin
Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla bersama Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, Ketua Rumah Transisi, Rini Soemarno, dan Ketua Fraksi PKB DPR RI, Marwan Jafar menggelar jumpa pers usai rapat bersama di Rumah Transisi Jokowi-JK, di Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014). Rapat bersama Jokowi-JK pertama kalinya di rumah transisi ini beragendakan rapat bersama fraksi-fraksi partai koalisi pendukung, antara lain PDIP, PKB, dan Hanura. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Transisi Jokowi-JK tengah menganalisa antisipasi kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Jika akhirnya menaikkan harga BBM, Pemerintah Jokowi-JK akan menggeser sebuah program yang dibutuhkan masyarakat.

"Artinya bisa kah kita menyediakan bantalan program bagi rakyat miskin sebelum mengurangi subsidi BBM. Jadi bukan persoalan kenaikannya, tapi kesiapan menyediakan dukungan program kesejahteraan bagi masyarakat," kata Ketua Tim Transisi Jokowi-JK Rini M Soemarno di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Saat ini Tim Transisi sedang mencari data keluarga miskin dan prasejahtera yang ada di Indonesia. Menurut Rini, Pemerintah mendatang akan mengkaji data tersebut menyusul kemungkinan kenaikan harga BBM.

"Jadi bukan persoalan kenaikannya, tapi kesiapan kita menyediakan dukungan program kesejahteraan bagi masyarakat. Pastikan dulu masyarakatnya aman, baru menaikkan BBM," imbuh Rini. Jangan sampai kenaikan harga BBM berdampat besar bagi masyarakat bawah.

"Karena itu, kita akan intensif menganalisa dengan keadaan sekarang, apakah sebetulnya memang ada perubahan di masyarakat atau tidak. Diharapkan bisa selesai akhir September ini," terang mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Megawati Soekarnoputri itu.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas