Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Disuruh Bangun 36 Ribu Rumah, Perumnas Minta Tambahan Rp 2 Triliun

Perum Perumnas masuk ke dalam program pembangunan satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
zoom-in Disuruh Bangun 36 Ribu Rumah, Perumnas Minta Tambahan Rp 2 Triliun
TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI
Ilustrasi: Bangunan rumah susun yang terletak di kawasan 23 ilir Palembang, Sabtu (2/5/2015). Rencananya Pemerintah kota Palembang dan Perumnas akan membangun apartemen minimalis di kawasan rumah susun ini sebanyak 20 tingkat atau sekitar 6.000 unit pada akhir tahun 2015 mendatang (TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Perumnas masuk ke dalam program pembangunan satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dalam pelaksanaannya, Perumnas diperintahkan membangun 36 ribu rumah murah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto, memaparkan pembangunan rumah murah dari Perumnas sudah mencapai 20 ribu. Untuk menambah pembangunannya, Arief mengaku butuh tambahan dana Rp 2 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Kita sudah mengajukan meminta PMN tambahan Rp 2 triliun," ujar Himawan di kantor Kementerian BUMN, Senin (27/7/2015).

Dengan anggaran yang ada saat ini, Perumnas mengaku kesulitan membangun rumah murah."Kementerian PU-Pera dan Wapres minta Perumnas bangun 36 ribu, cuma bensinnya sedikit," ungkap Himawan.

Himawan memaparkan Perumnas sedang mencari aset tanah milik BUMN yang bisa dialihfungsikan untuk pengembangan rumah murah. Hal tersebut untuk mencari solusi akibat kekurangan anggaran Perumnas.

"Anggaran sebagian beli tanah dan modal pembangunan, anggaran berkurang, jadi mencari aset milik BUMN," ungkap Himawan.

Himawan menambahkan dalam pembangunan satu juta rumah murah, Perumnas juga sudah bekerjasama dengan banyak pemerintah daerah yang sudah memiliki lahan kosong untuk pembangunan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sekarang sudah kerjasama pemerintah daerah Sumatra Utara dua lokasi, terus ada Nias, Medan, Batam, dan Bengkulu," papar Himawan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas