Sikap Pemerintah Soal Blok Masela Mengambang, Sudirman Said Setuju Usulan Inpex Kurangi Pegawai
"Pemerintah terus ingin menjaga iklim investasi."
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyetujui usulan Inpex Corporation mengurangi jumlah karyawannya di Indonesia terkait dengan terus menggantungnya sikap Pemerintah Indonesia terkait pengelolaan ladang gas Blok Masela di Laut Arafuru.
Sudirman menilai, keputusan Inpex mengurangi stafnya di Indonesia beralasan akal mengingat sampai saat ini belum ada kegiatan di Lapangan Abadi tersebut.
"Saya kira masuk akal kalau kemudian sudah berbulan-bulan tidak ada pekerjaan yang cukup jadi mereka (Inpex) memutuskan mengurangi (karyawan)," ujar Sudirman di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Meski terjadi pengurangan pegawai di sektor migas, Sudirman menegaskan pemerintah berupaya menjaga iklim investasi. Apalagi saat ini setiap kontraktor baik asing maupun lokal, sedang kesulitan meraup laba akibat harga minyak dunia anjlok
"Pemerintah terus ingin menjaga iklim investasi," ungkap Sudirman.
Sudirman menambahkan secara pribadi dirinya telah melakukan pembicaraan dengan semua kontraktor karena masalah yang dihadapi semua investor berbeda-beda solusi yang harus diambil.
"Secara individual saya bicara dengan semua potensial investor dengan KKKS untuk meyakinkan bahwa setiap masalah punya cara penyelesaian solusi masing-masing," kata Sudirman.
Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Inpex Masela Ltd akan mengurangi 40 persen karyawannya. Tak hanya Inpex, Shell sebagai salah satu konsorsium di Blok Masela juga akan mengurangi tenaga ahlinya karena tidak ada kegiatan di Blok Masela.
Nasib Blok Masela saat ini belum diputuskan oleh Presiden Joko Widodo. Perdebatan alot masih terjadi antara penggunaan kilang terapung Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) atau pipa di darat (onshore).