Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Gagal Bayar Reliance

Kasus Reliance, OJK Panggil Saksi Korban dan Agen Penjual

OJK mulai menyelidiki dan memverifikasi ke berbagai pihak, termasuk meminta keterangan dan bukti dari korban, agen, serta Reliance.

Kasus Reliance, OJK Panggil Saksi Korban dan Agen Penjual
INILAH

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kasus gagal bayar produk investasi yang menyeret PT Reliance Securities Tbk membikin gaduh pasar modal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai bergerak. Awalnya, dua investor, Alwi Susanto dan Sutanni, melaporkan dugaan penipuan investasi berbasis SUN FR0035.

Mereka mengaku dana yang tersangkut mencapai Rp 3,95 miliar. Belakangan, seorang investor, Budi Tri Hariyanto, mulai angkat bicara tentang dana investasinya Rp 1,3 miliar yang belum kembali.

OJK mulai menyelidiki dan memverifikasi ke berbagai pihak, termasuk meminta keterangan dan bukti dari korban, agen, serta Reliance yang memang berada di bawah jalur pengawasan OJK.

Bahkan, OJK siap memanggil Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Nama BPJS Ketenagakerjaan ikut disebut dalam kasus ini karena SUN FR0035 milik badan sosial tersebut menjadi underlying dalam kasus ini.

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani menyatakan akan meminta keterangan BPJS Ketenagakerjaan.

Otoritas ingin mengidentifikasi kasus ini secara lebih mendalam. Anto Prabowo, Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK, bilang, pihaknya belum bisa menarik kesimpulan.

"OJK masih mengembangkan penyelidikan agar lebih komprehensif, untuk mengambil kesimpulan dan solusinya, dikaitkan dengan perlindungan investor," ungkap Anto saat ditemui KONTAN di kantornya, kemarin.

Dalam Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan pasal 29 menyebutkan, pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen yang timbul akibat kesalahan dan/atau kelalaian, pengurus, pegawai pelaku usaha jasa keuangan dan/atau pihak ketiga yang bekerja untuk kepentingan pelaku usaha jasa keuangan.

Pelaku jasa keuangan yang dimaksud juga mencakup perusahaan efek. Reliance menyangkal terlibat kasus ini.

"Kami tidak memiliki produk yang ditawarkan.

Kami juga tidak memiliki divisi wealth management atau karyawan bernama Larasati," ujar manajemen Reliance Securities dalam dalam keterbukaan informasi, kemarin.

Reporter: Narita Indrastiti/Sandy Baskoro/Tendi Mahadi/Yuwono Triatmodjo

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas