Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Terbitkan Saham Baru, Bank BRI Agro Incar Dana Segar Rp 500 Miliar

"Kami targetkan Rp 500 miliar dari jumlah saham sebanyak-banyaknya 4.465.150.218 saham"

Terbitkan Saham Baru, Bank BRI Agro Incar Dana Segar Rp 500 Miliar
tribun timur/muhammad abdiwan/muhammad abdiwan
BANK BRI AGRO - Suasana transaksi di bank BRI Agro jalan patimura Makassar, Jumat (28/3). PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit tahun ini di kisaran 20%, meningkat dibandingkan outstanding kredit perseroan tahun lalu yang mencapai Rp 3,70 triliun. tribun timur/muhammad abdiwan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ PT BRI Agroniaga Tbk menargetkan perolehan dana dari penerbitan saham baru atau rights issue sebesar Rp 500 miliar.

"Kami targetkan Rp 500 miliar dari jumlah saham sebanyak-banyaknya 4.465.150.218 saham," kata Direktur Utama BRI Agroniaga Tbk, I Komang Sudiarja di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Menurut Komang, penerbitan saham baru bertujuan menunjang perkembangan bisnis perseroan dimasa mendatang dan hal ini pastinya diperlukan penguatan struktur permodalan.

"Ini merupakan langkah perseroan untuk masuk ke Bank BUKU III pada akhir 2018," ucapnya.

Right issue yang ditawarkan melalui penambaham modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), nantinya akan banyak diserap oleh pemegang saham mayoritas yaitu Bank BRI‎ yang kini memiliki saham diperseroan sebesar 87,23 persen.

Selain penerbitan saham baru, kata Komang, pemegang saham juga menyetujui penerbitan Waran Seri II dan pelaksanaan penambahan modal.

"Waran ini akan direalisasi dalam enam bulan setelah rights issue dan diharapkan pemegang saham juga optimal menyerap waran," paparnya.

Dia menambahkan, saat ini posisi penyaluran kredit AGRO mencapai Rp7,4 triliun dan diharapkan menjadi Rp7,7 triliun di akhir 2016.

"Jadi pertumbuhannya bisa menjadi 18 persen (year-on-year) dan tahun depan bisa lebih kencang lagi karena ada tambahan modal ini menjadi 20 persen sampai 22 persen," ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas