Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tekstil Selundupan Bikin Indonesia Rugi Rp 30 Triliun Per Tahun

"Tekstil selundupan ini sangat menganggu industri tekstil dalam negeri, apalagi berdasarkan hipotesa, makin naik jumlahnya yang diselundupkan itu"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Tekstil Selundupan Bikin Indonesia Rugi Rp 30 Triliun Per Tahun
KOMPAS IMAGES
Sri Mulyani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kerugian negara akibat dari tekstil selundupan mencapai Rp 30 triliun di 2015. Menurutnya, tren barang selundupan ini mengalami kenaikan setiap tahunnya.

"Potensi kerugian negara mencapai Rp 30 triliun," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembinaan Asoasiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno mengatakan, beredarnya tekstil selundupan di Indonesia sangat merugikan industri dalam negeri.

"Tekstil selundupan ini sangat menganggu industri tekstil dalam negeri, apalagi berdasarkan hipotesa, makin naik jumlahnya yang diselundupkan itu," tutur Benny.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) ini menuturkan, nilai kerugian negara akibat dari tekstil selundupan yang mencapai Rp 30 triliun, dihitung berdasarkan beberapa komponen seperti konsumsi, produksi, serta mempertimbangkan jumlah yang diekspor maupun impor.

"Perhitungannya konsumsi pakaian per kapita, dijumlahkan. Lalu tekstil yang diproduksi dari mulai hulu sampai hilir. Ditambah tektil yang diimpor dikurangi tekstil diekspor akan ketemu jumlah yang tidak bertuan. Yang tidak bertuan pasti yang tidak tercatat, yang nyelundup pasti tidak tercatat," terangnya.

Benny menambahkan, sisa tonase yang tidak tercatat itu jika dikalikan harga rata-rata maka akan menghasilkan angka Rp 30 triliun.

Rekomendasi Untuk Anda

Penulis: Iwan Supriyatna

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas