Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

BCA Dukung Pekalongan Pertahanankan Eksistensi Sebagai Kota Batik

BCA penerbitan buku Batik Pekalongan: Dari Masa ke Masa ini dapat berkonstribusi membantu masyarakat luas mengenal lebih dalam Batik Pekalongan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in BCA Dukung Pekalongan Pertahanankan Eksistensi Sebagai Kota Batik
BCA batik
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyerahkan buku Batik Pekalongan: Dari Masa ke Masa yang ditulis secara apik oleh Budi Mulyawan saat forum Kafe BCA VI di Jakarta, Selasa (23/5/2017) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai salah satu perusahaan yang lahir dan besar di Indonesia, BCA berkomitmen mendukung Pekalongan mempertahankan eksistensinya sebagai kota Batik.

Langkah yang telah dilakukan BCA untuk meningkatkan kualitas pengrajin Batik di Pekalongan, adalah meresmikan Kampung Batik Gemah Sumilir, Wiradesa, Pekalongan sebagai salah satu Desa Wisata Binaan BCA.

"Kami juga bekerja sama dengan pengrajin Batik di Pekalongan untuk memproduksi Batik Hoko BCA sebagai seragam yang dikenakan oleh lebih dari 23.000 karyawan BCA dari Sabang sampai Merauke," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam forum Kafe BCA VI di Menara BCA, Jakarta, Selasa (23/5/2017). 

Dalam kesempatan itu, BCA juga meluncurkan buku Batik Pekalongan: Dari Masa ke Masa yang ditulis Budi Mulyawan yang diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap Batik dan menjadi inspirasi bagi kemajuan teknik membatik di Indonesia.

"Harapan kami dukungan terhadap penerbitan buku Batik Pekalongan: Dari Masa ke Masa ini dapat berkonstribusi membantu masyarakat luas mengenal lebih dalam Batik Pekalongan yang sungguh kaya akan kreasi," kata  Jahja.

Dijuluki sebagai kota Batik, Pekalongan memiliki Industri Kecil Menengah (IKM) Batik sebanyak 12.475 unit yang menyerap sekitar 88.670 tenaga kerja.

Hadir sebagai pembicara dalam forum Kafe BCA VI adalah Direktur Edukasi & Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Poppy Savitri, Rektor Universitas Pekalongan Suryani, Founder Galeri Batik Jawa Indigo Nita Kenzo, serta Mengambil tema “Khasanah Batik Pesona Budaya”.

Rekomendasi Untuk Anda

Kafe BCA VI membahas kedalaman rasa, makna, jiwa, cinta, dan harmoni yang tertulis dalam kain Batik sebagai karya seni yang orisinal dan merupakan potret lika liku sejarah dan perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa.

Sebagai kain peradaban, Batik memiliki makna filosofis yang terkandung dalam setiap motif, desain, dan teknik pewarnaan yang melambangkan kearifan lokal bangsa Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas