Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pagi Ini Rupiah KO di Perdagangan Spot

mata uang Asia bergerak bervariasi pagi ini. Yen Jepang, yuan China dan baht Thailand menguat versus dollar AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pagi Ini Rupiah KO di Perdagangan Spot
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Seorang karyawan money changer menunjukkan uang dolar dan rupiah di PT Gemilang Perdana Sejati, Jl Dipenogoro, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (25/8/2015) sore. Diakui Sudarsono manajemen money changer tersebut, dampak kenaikan US Dolar tidak terasa di Kota Pontianak karena semua mata uang yang lain juga ikut turun terhadap US Dolar. Kota Pontianak yang tidak didominasi turis yang menggunakan US Dolar menyebabkan tidak berpengaruh terhadap penukaran mata uang. Mata uang yang lebih laris ditukar di Pontianak sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Dolar Brunai dan Ringgit Malaysia. Sehingga tren penukaran mata uang asing terlebih US Dolar tidak ada perbedaan dengan hari-hari biasanya, dan berlangsung normal. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rupiah keok melawan dollar Amerika Serikat di pasar spot, Rabu (9/8/2017).

Mengutip Bloomberg, pukul 10.12 WIB, nilai tukar rupiah melemah 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp 13.326 per dollar AS. Dibanding akhir pekan lalu, mata uang Garuda juga masih melemah 10 poin.

Rabu pagi, indeks dollar spot masih cukup kuat di posisi 93,67 dari sesi kemarin di 93,65.

The greenback mendapat amunisi setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat cukup solid pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya, dollar sempat tumbang ke posisi terendah sejak Mei 2016 pada pekan lalu. Ini terjadi menyusul melemahnya peluang kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif.

Sementara, mata uang Asia bergerak bervariasi pagi ini. Yen Jepang, yuan China dan baht Thailand menguat versus dollar AS.

Sedangkan dollar Hong Kong, won Korea dan ringgit Malaysia melemah. Mayoritas bursa saham Asia memerah karena imbas ketegangan geopolitik antara AS dan Korea Utara. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, pasar cenderung wait and see menunggu data inflasi dari Negeri Paman Sam yang akan dirilis akhir pekan ini.

Apalagi, data dari dalam negeri tidak ada yang signifikan.

Meski begitu, David memprediksi, rupiah hari ini cenderung menguat dan bergerak di rentang sempit Rp 13.300-Rp 13.340 per dollar AS.

 
Reporter: Anna Suci Perwitasari, Dupla Kartini 

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas