Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Dianggap Makelar, APTRI Enggan Jual Gula Produksinya ke Bulog

"Kita tak mau jual ke Bulog, mereka makelar," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) APTRI, Nur Khabsyin

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Dianggap Makelar, APTRI Enggan Jual Gula Produksinya ke Bulog
KOMPAS IMAGES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menolak menjual gulanya ke Perusahaan Umum (Perum) Bulog.

"Kita tak mau jual ke Bulog, mereka makelar," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) APTRI, Nur Khabsyin kepada Kontan.co.id, Kamis (12/10/2017).

Kehadiran Bulog dalam perdagangan gula hanya dipandang sebagai makelar. Khabsyin bilang hal itu dikarenakan pedagang membeli gula petani melalui Bulog.

Namun, saat ini Khabsyin bilang pedagang masih belum mau membeli gula petani.

Pedagang takut bertransaksi langsung dengan petani. "Pedagang takut beli, takut ditangkap polisi," terangnya.

Baca: Antisipasi Pemilu AS, Facebook Ubah Aturan Iklan Politik

Baca: Dinilai Rasialis, Dove Cabut Iklan Pendeknya di Media Sosial

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya Bulog mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk melakukan penyerapan gula petani.

Gula petani dibeli dengan harga Rp 9.700 per kg. Harga tersebut di atas harga acuan pembelian yang hanya Rp 9.100 per kg.

Karena diduga Bulog melakukan monopoli, APTRI melaporkan Bulog ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hingga saat ini Khabsyin bilang proses pelaporan tersebut terus berlanjut.

 
Reporter: Abdul Basith 

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas