Peran ‘Machine Learning’ bagi Perusahaan
Beberapa tahun belakangan, machine learning dan artificial intelligence mulai berperan di banyak perusahaan.
Editor:
Suut Amdani
Awalnya, tim pengelola machine learning BukaLapak berjumlah tiga orang. Sebenarnya, inisiatif terkait machine learning sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, namun kurang scalable.
“Tantangan dari sebuah e-commerce adalah product yang masif” tambahnya.
Namun tim kecil di Bukalapak ini kemudian berhasil membangun sistem Di Bukalapak, pendekatan yang digunakan adalah metode pemeringkatan terhadap seorang pengguna dan pengguna lain untuk mengasilkan rekomendasi (collaborative filtering), pemetaan masalah (map reduce to handle massive scale), dan penggunaan data enam bulan terakhir (use six month worth of data first).
“Kita export data enam bulan terakhir dan kita, misalnya produk A dan B dilihat berbarengan dengan 10.000 orang, kita bisa mengetahui produk ini bagus atau nggak.”
“Kalo kita sekarang buka aplikasi Bukalapak yang sekarang, maka akan ditampilkan produk-produk rekomendasi untuk pengguna. AI ini sudah mengetahui profiling dari pengguna sehingga memberi produk rekomendasi. Selain itu, AI juga akan memberitahu dengan memberi alternatif produk.” tambahnya
Saat ini, untuk membangun AI sendiri sudah cukup banyak sekali tools yng dapat digunakan. Kalo misalnya kita sudah mulai dari collecting data meskipun kita belum tahu untuk apa. nantinya data tersebut bisa digunakan kedepannya.
Selain kedua pembicara tersebut, Andi Sama selaku PT. Sinergi Wahana Gemilang mengatakan bahwa alasan kenapa AI berkembang cepat sekali, karena sekarang perkembangan algoritnmanya itu sudah maju.
Sejak 2012 hingga sekarang, perkembangan teknologi ini sungguh pesat sekali. Contohnya, demikian kata Andi, seperti Uber yang merancang mobil yang dapat berjalan tanpa kendali.
“Data itu bisa datang GB/second, tinggal kita bagaimana memprosesnya. Ada berbagai tools yang kami gunakan dan prosesnya itu cukup panjang. Didepannya ada berbagai data, ditengah kita proses, dan akhirnya kita deploy,” ucapnya.
Andi juga memandang ke depan tentang peluang penerapan teknologi ini. “Saat ini, untuk tantangannya adalah data itu sendiri, pekerjaannya secara umum mengurusi data, kita cleansing datanya dan kita proses dan dapatkan hasilnya.”
(Infokomputer.com/Rafki Fachrizal)