Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres 2019

Sandiaga Janjikan Pemangkasan Tarif Pajak Lewat Reformasi Perpajakan

Menurut Sandi, selama ini hal yang memberatkan devisa Indonesia karena impor Samsung sangat besar. Lain soal jika mereka membangun pabrik di sini.

Sandiaga Janjikan Pemangkasan Tarif Pajak Lewat Reformasi Perpajakan
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Sandiaga Uno 

Laporan Reporter Kontan, Azis Husaini

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Calon wakil presiden dengan nomor urut 02 Sandiaga Uno sudah memiliki sejumlah program penting jika pihaknya memenangkan pemilihan umum pada 2019 mendatang.

Salah satunya adalah reformasi pajak. Menurutnya, saat ini reformasi pajak yang dilakukan oleh pemerintah tidak berjalan dengan semestinya.

Sandiaga mengatakan, dirinya menduga bahwa akan ada lagi program tax amnesty karena banyak kebocoran yang terjadi akibat pemerintah yang tidak konsisten menjalankan reformasi pajak.

"Saya menaruh perhatian yang luar biasa terhadap tax reform," ungkap dia, saat berkunjung ke Gedung Redaksi KONTAN, Selasa (2/10/2018).

Baca: Laka di Simpang Susun Semanggi, Marko SImic Salahkan Mobil Patroli Polisi yang Parkir Sembarangan

Dia mengatakan jika nanti ada program tax amnesty lagi, maka para pengusaha tidak akan patuh. "Mereka akan bilang buat apa patuh? Sebab, reformasi pajak tidak dijalankan dengan benar," katanya.

Sandi berani memberikan garansi, bila nanti dirinya terpilih bersama Prabowo, maka reformasi pajak akan dilakukan dengan tuntas. 

Baca: Ratna Sarumpaet Diduga Dianiaya Orang Tak Dikenal, Prabowo Hari Ini Akan Temui Kapolri

"Kami akan memperluas basisnya dan menurunkan tarifnya. Coba lihat kenapa Samsung tidak jadi investasi di Indonesia dan memilih Vietnam? Karena tidak dikasih tax holiday. Kalau saya, saya kasih, lalu saya tingkatkan kepatuhan pajak," ungkap dia.

Menurut Sandi, selama ini hal yang  memberatkan devisa Indonesia karena impor Samsung sangat besar. Lain soal jika mereka membangun pabrik di sini. 

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas