Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tekanan Rupiah Turun, CBC Pastikan Kondisi Keuangan Aman

Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI-7 Days Reserve Repo Rate) menandakan stabilitas keuangan aman.

Tekanan Rupiah Turun, CBC Pastikan Kondisi Keuangan Aman
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi rupiah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI-7 Days Reserve Repo Rate) menandakan stabilitas keuangan aman.

President Director Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri mengatakan, indikator bahwa stabilitas keuangan Indonesia menguat adalah menurunnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika.

Baca: Link Live Streaming Persib Bandung Vs Bali United, Selasa 30 Oktober Pukul 18.30 WIB di Indosiar

Kata dia, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika pasca keputusan BI rate, relative tidak mengalami pelemahan yang serius. Berdasarkan interest rate differential, nilai tukar rupiah sudah mencapai keseimbangan baru.

Baca: 18 Kantong Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Diterima RS Polri

"Dalam hal ini, BI cermat dalam membuat keputusan. Pasar obligasi pemerintah juga memperlihatkan tanda yang positif karena capital out flow tampaknya sudah mulai berbalik arah," ujar Deni dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/10/2018).

Hal ini, lanjutnya, juga terllihat dari kecenderungan yang membaik pada neraca perdagangan. Pada September 2018, tercatat surplus 227,1 juta dolar amerika, setelah pada Agustus mengalami defisit  1,02 miliar dolar amerika.

"Tren positif ini segera ditangkap oleh pasar sebagai signal positif sehingga tekanan terhadap rupiah juga menurun," kata Deni.

Selain itu, kata Deni, kecenderungan capital inflow akan meningkat karena harga asset di Indonesia secara relative juga sudah semakin murah dibandingkan dengan harga asset di negara maju.

"Hukum pasar tak akan dapat dilawan dimana pasar akan membeli aset-aset yang secara relative sudah murah. Tak heran jika capital inflow global juga memperlihatkan tanda-tanda yang semakin ramah terhadap perekonomian negara berkembang," tuturnya.

Selanjutnya, kondisi positif ini juga tidak terlepas dari upaya Presiden AS Donald Trump yang mengkritik keras Gubernur The Fed.

Trump menginginkan agar bank sentral tidak serampangan dalam mengerek tingkat suku bunga. Kalau perlu, tingkat suku bunga AS (Fed Fund rate/FFR), diturunkan saja.

Halaman
12
Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas