Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ratusan Nasabah Jiwasraya Tolak Pembayaran Lewat Roll Over karena Alasan Tidak Ada Kepastian

Opsi lainnya, mereka akan menempuh jalur hukum apabila pihak Jiwasraya tidak mau bertanggung jawab.

Ratusan Nasabah Jiwasraya Tolak Pembayaran Lewat Roll Over karena Alasan Tidak Ada Kepastian
KONTAN
Ilustrasi 

Laporan Reporter Kontan, Ferrika Sari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan pemegang polis produk saving plan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kecewa terhadap sikap Jiwasraya yang tidak mau memberikan kepastian kapan pembayaran investasi polis yang sudah jatuh tempo.

Akibatnya, pemegang polis tersebut tergabung dalam Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya menolak opsi pembayaran melalui skema perpanjangan kontrak (roll over) selama setahun dengan mendapatkan tingkat bunga 7% per tahun.

Koordinator Forum Rudyantho mengatakan, bahwa tawaran itu juga belum memberikan kepastian dan jaminan apakah Jiwasraya akan melunasi tunggakan tersebut tahun depan. Pertemuan sebelumnya saja, Jiwasraya tidak bisa menjanjikan kejelasan waktu pembayaran roll over.

Baca: 2 Pekan Bekerja Pengasuh Gempita Mengundurkan Diri, Ini Kata Gisel Hingga Singgung Koneng

“Saat pertemuan itu, kami tidak dijelaskan kapan akan dibayarkan dan bagaimana proses pembayaraannya. Makanya, Jiwasraya belum bisa memberikan solusi yang konkrit,” kata Rudyantho kepada Kontan.co.id, Rabu (19/12/2018).

Menurut dia, opsi pembayaran melalui skema roll over merupakan hak dan pilihan pemegang polis Jiwasraya.

Dibandingkan memilih opsi tersebut, anggota forum yang kini berjumlah 160 orang ini justru meminta pembayaran nilai tunai investasi jatuh tempo sesuai dengan perjanjian sebelumnya.

Sayangnya, manajemen Jiwasraya tidak memberikan jawaban atas tuntutan pembayaran kewajiban polis sampai Rabu (19/12/2018). Forum ini kemungkinan memilih opsi jalan keluar lain, di antaranya melaporkan manajemen perusahaan pelat merah itu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Baca: KPK: Ratusan Papan Reklame di Jakarta Belum Kantongi Izin

“Kami akan melapor ke DPR agar memanggil direksi Jiwasraya untuk bertanggung jawab. Tapi sebelum itu, akan akan membicarakan tindak lanjutnya bersama anggota forum lainnya, sekitar satu hingga dua hari ke depan,” tambah Rudyantho.

Sementara opsi lainnya, mereka akan menempuh jalur hukum apabila pihak Jiwasraya tidak mau bertanggung jawab. Karena perusahaan asuransi jiwa itu dinilai melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas