Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Terima Surat dari Menteri Kesehatan, Kominfo Take Down Iklan Rokok di Internet

Kominfo akhirnya menanggapi permintaan Kementerian Kesehatan (Kemkes) untuk melakukan pemblokiram iklan rokok di internet.

Terima Surat dari Menteri Kesehatan, Kominfo Take Down Iklan Rokok di Internet
fosterwebmarketing.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya menanggapi permintaan Kementerian Kesehatan (Kemkes) untuk melakukan pemblokiram iklan rokok di internet.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek lewat surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bernomor TM.04.01/Menkes/314/2019, tertanggal 10 Juni 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, surat dari Menteri Kesehatan tersebut, telah diterima pada hari Kamis (13/6) pukul 13.30 WIB. Setelah menerima surat tersebut.

"Menteri Rudiantara langsung memberikan arahan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Aplikasi Informatika untuk melakukan crawling atau pengaisan terhadap konten iklan rokok di internet," kata Ferdinandus dalam keterangan yang diterima, Kamis, (13/6).

Kemudian, Tim Pengais Konten Negatif (AIS) Kominfo langsung melakukan crawling. Hasilnya, ditemukenali sebanyak 114 kanal baik dari Facebook, Youtube, maupun Instagram, yang melanggar Pasal 46 ayat 3 butir c Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan tentang promosi rokok yang memperagakan wujud rokok.

Baca: Sujiwo Tejo Sindir Negeri yang Sering Terapkan Standar Ganda: Perokok Dihina, Pajak Rokok Diemplok

Saat ini, Tim AIS Kominfo tengah melakukan proses take down atas akun atau konten pada platform-platform tersebut.

"Rudiantara juga telah menelepon Menkes untuk menggelar rapat koordinasi teknis secepatnya, membahas kemungkinan pelanggaran atas pasal-pasal lainnya. Karena Kemkes yang bisa menginterpretasikan legislasi atau regulasi dengan lebih baik," tambah dia.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10-18 tahun dari 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% di tahun 2018. Hal ini terjadi antara lain karena tingginya paparan iklan rokok di berbagai media termasuk media teknologi informasi.

Berita ini sudah tayang di kontan berjudul Kominfo akhirnya blokir iklan rokok di internet

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas