Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dikira Louis Vuitton, Tas Lokal Asal Semarang Tertahan di Bea Cukai Bandara di Rusia

Produk- produk lokal kreasi anak muda Indonesia ternyata memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata

Dikira Louis Vuitton, Tas Lokal Asal Semarang Tertahan di Bea Cukai Bandara di Rusia
Dok Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat mengunjungi booth Pemprov Jateng di Festival Indonesia Moskow, Rusia 

TRIBUNNEWS.COM - Produk- produk lokal kreasi anak muda Indonesia ternyata memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Contohnya, tas merk Roro Kenes karya Syanaz Nadya Winanto Putri.

Meskipun produk lokal dari Semarang, Jawa Tengah (Jateng), tas berbahan kulit sapi asli itu memiliki kualitas yang setara dengan produk-produk desainer luar negeri.

Buktinya adalah kejadian yang dialami oleh Syanaz Nadya Winanto Putri, sang pencipta tas Roro Kenes, saat akan mengikuti pameran di ajang Festival Indonesia Moskow, Rusia.

Ketika tiba di Bandara Demodova, Rabu (1/8/2019), 10 buah tas Rorokenes yang dibawanya, ditahan oleh otoritas bandara.

“Saya tiba bersama pelaku usaha lain yang difasilitasi Pemprov Jateng. Orang lain juga banyak yang bawa tas dari kulit, tapi hanya milik saya yang tidak bisa keluar," katanya di sela-sela festival di Taman Krasnaya Presnya, Moskow.

Kejadian itu Syanaz ungkapkan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang mengunjungi booth Pemprov Jateng menjelang penutupan pameran, Minggu (4/8/2019).

Kepada Ganjar, Syanaz bercerita, dia dan tas karyanya yang dibawa lewat kargo, sempat diinterogasi empat jam oleh 15 petugas imigrasi Rusia. Dia mengungkapkan, alasan tas karyanya ditahan adalah tas itu dianggap barang premium seharga ratusan juta rupiah.

Pihak bandara berpedapat harga tas itu lebih tinggi dari harga yang didaftarkan.

"Mereka bilang tas saya pasti harganya ratusan juta dan terbuat dari kulit eksotis kualitas premium sekelas Vuitton atau Bottega," cerita Syanaz dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (5/8/2019).

Tentu saja, alasan tersebut mengejutkan bagi Syanaz. Pasalnya, produk karyanya itu berbahan kulit sapi lokal. Sebagian malah berbahan karung goni dengan variasi tenun lurik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas