Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Impor Juli 2019 Turun 15,21 Persen Jadi USD 15,51 Miliar

Kinerja impor Indonesia pada Juli 2019 mengalami penurunan sebanyak 15,21 persen dibanding tahun sebelumnya

Impor Juli 2019 Turun 15,21 Persen Jadi USD 15,51 Miliar
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Kepala BPS Suhariyanto dan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, kinerja impor Indonesia pada Juli 2019 mengalami penurunan sebanyak 15,21 persen dibanding tahun sebelumnya (secara year on year/YoY) menjadi USD 15,51 miliar.

Meski begitu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, dibandingkan Juni 2019 (month to month/MtM), angka tersebut melesat 34,96 persen.

"Impor bulan Juli 2019 mencapai USD 15,51 miliar. Impor secara month to month (MtM) naik 34,96 persen. Sementara kalau dibanding Juli 2018 turun 15,21 persen," ujar Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Kamis (15/7/2019).

"Kalau kita lihat naik dari Juni ke Juli 2019 itu karena di Juni durasi hari kerjanya lebih singkat akibat libur panjang," jelas dia.

Impor non migas tercatat sebesar USD 13,77 miliar atau naik tajam 40,72 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara impor migas mencapai USD 1,75 miliar atau naik 2,04 persen.

"Dari sisi penggunaan barang pada Januari-Juli 2019, bisa dilihat bahwa seluruh barang, seperti konsumsi, bahan baku atau penolong, barang modal semua mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," jelasnya.

Suhariyanto melanjutkan, peningkatan impor non migas terbesar disebabkan oleh golongan mesin atau pesawat mekanik sebesar 52,22 persen menjadi USD 901,6 juta. Sementara yang turun adalah golongan alumunium sebanyak 43,29 persen menjadi USD 122 juta.

Adapun negara pemasok barang impor non migas yakni Tiongkok sebesar USD 24,73 miliae, Jepang USD 9,09 miliar dan Thailand USD 5,46 miliar.

"Untuk impor non migas dari ASEAN 19,48 persen dan Uni Eropa 8,47 persen (dari total impor)," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas