Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Uni Eropa Pungut Bea Masuk Sawit RI, Mendag Enggar Kirim Nota Keberatan

Enggar mengusulkan untuk menerapkan kebijakan serupa terhadap produk susu dari UE. Dia berencana memberlakukan tarif sebesar 20-25 persen.

Uni Eropa Pungut Bea Masuk Sawit RI, Mendag Enggar Kirim Nota Keberatan
Kontan/Cheppy A Muchlis
Tandan Buah Kelapa Sawit 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Uni Eropa menerapkan bea masuk anti subsidi sebesar 8-18 persen terhadap eksportir biodiesel dari Indonesia mulai Rabu (14/8/2019). Kebijakan itu bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan pasar dengan produsen asal Uni Eropa.

Menyikapi kebijakan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggar Enggartiasto Lukita mengatakan akan mengirimkan nota keberatan pada hari ini. Menurutnya, kebijakan itu tidak adil dan memberatkan para eksportir tanah air.

"Sudah (kirim surat) saya dalam persisnya rasanya harusnya paling lambat hari ini. Isinya soal nota keberatan. (Karena dianggap tidak adil) iya," ujar Enggar saat ditemui di Gedung DPR MRI RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Kita ada batas waktu 15 hari sampaikan nota keberatan. Dari pengusahanya juga begitu," imbuhnya.

Guna membalas Uni Eropa, Enggar mengusulkan untuk menerapkan kebijakan serupa terhadap produk susu dari UE. Dia berencana memberlakukan tarif sebesar 20-25 persen.

Baca: Presiden Jokowi Ingin Indonesia Produksi Avtur Berbahan Kelapa Sawit

Hingga kini, lanjutnya, rencana itu belum direalisasikan karena musti menunggu kajian dari peneliti terlebih dahulu.

"Belum. Jadi yang pertama itu kan harus ada penelitian dulu karena mereka juga berkaitan dengan antidumping. Kita juga menggunakan measure yang sama," jelas dia.

Selain itu, Enggar mengatakan telah meminta pada importir produk tersebut untum mencari alternatif pemasok dari negara lainnya.

"Saya sudah meminta untuk para importir dairy products Indonesia untuk ambil dari sources lain, seperti Amerika Serikat, India, Australia atau New Zealand," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas