Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Imam Nahrawi Buka Santripreneur Lintas Agama 2019 di Bali

Dia berkeyakinan banyak ladang dakwah yang bisa dijadikan ladang pengabdian untuk santri terutama di dalam bisnis dan usaha

Menteri Imam Nahrawi Buka Santripreneur Lintas Agama 2019 di Bali
Istimewa
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat membuka Opening Ceremony Santri Preneur Lintas Agama 2019, Rabu (21/8/2019) di Bali 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka Opening Ceremony Santri Preneur Lintas Agama 2019, Rabu (21/8/2019) di Bali.
Kehadiran Imam Nahrawi beserta jajarannya dan beberapa tokoh nasional hingga daerah se-provinsi Bali disambut meriah.
Direktur Diagnosa Institute Andi Fajar Asti M.Pd, M.Si mengalungkan bunga pada rombongan menteri diiringi oleh penari legong.
Lanjut para tamu undangan berjalan memasuki ruang opening ceremony Santri Preneur Lintas Agama 2019. 
Dalam sambutannya, Fajar selaku ketua pelaksana melaporkan pada perkembangan posisi santri berpengaruh pesat dalam membangun perekonomian bangsa melalui usaha yang dibangun di kawasan pesantren maupun setelah mereka lulus. 
"Terdapat beberapa kategori yang telah ditetapkan oleh panitia mulai dari kuliner, fashion sampai produk inovasi berbentuk aplikasi dan star up," ujar Fajar dalam keteranganya.
Fajar melanjutkan tidak hanya Islam yang memiliki konsep pendidikan berbasis pesantren.
Dia meyakini agama Hindu, Budha, Protestan, Katolik dan Konghucu pun mengaplikasikan konsep pondok dan santri.
Terpisah Menteri Imam Nahrowi menyampaikan semua kalangan harus mendorong siapapun menjadi entrepreneur. 
Dia berkeyakinan banyak ladang dakwah yang bisa dijadikan ladang pengabdian untuk santri terutama di dalam bisnis dan usaha.
“Santri harus berani berinovasi setiap saat dan dimanapun berpijak pemuda tidak boleh hanya dijadikan komoditi/target pasar, namun harus berani bersaing sebagai produsen berbagai produk yang dapat dikembangkan menjadi unggul, besar dan maju” tutur Imam Nahrowi.
Usai Menteri Imam Nahrowi memberikan sambutan, selanjutnya dilakukan pemukulan gong dan pemotongan pita sebagai simbol dibukanya Santri Preneur Lintas Agama dan bazar produk unggulan. 
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Imam Nahrowi menyempatkan berkeliling stand bazar dan mendengarkan berbagai konsep dari para peserta bazaar.
 
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas