Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Era Industri 4.0 Ubah Cara Orang Berproduksi, Distribusi dan Konsumsi

Masyarakat harus disiapkan dalam menyambut revolusi industri 4.0 harus, salah satunya menghilangkan gap dalam penggunaan internet

Era Industri 4.0 Ubah Cara Orang Berproduksi, Distribusi dan Konsumsi
istimewa
Dubes Singapura untuk RI Anil Kumar Nayar menerima cindramata dari Ketua Umum DPP LDII KH Abdullah Syam seusai menjadi pembicara dalam lokakarya pendidikan dan ekonomi di kantor DPP LDII Jakarta hari ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Prasetyo Sunaryo mengatakan, era Industri 4.0 ini menciptakan perubahan besar.

Di bidang ekonomi mengubah cara orang berproduksi, distribusi dan konsumsi.

"Sementara di dunia pendidikan, memberi pilihan-pilihan bagaimana siswa belajar," kata Prasetyo Sunaryo saat lokakarya nasional yang fokus dalam bidang pendidikan dan ekonomi di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto, sekaligus menjadi pembicara kunci.

Dalam pandangan LDII, kata Prasetyo, masyarakat harus disiapkan dalam menyambut revolusi industri 4.0 harus, salah satunya menghilangkan gap dalam penggunaan internet.

"Kami mendorong warganya untuk memanfaatkan internet dalam pendidikan dan ekonomi. Saat ini warga LDII telah bergiat di bidang internet, baik di bidang pertanian, pendidikan, dan ekonomi,” kata Prasetyo Sunaryo.

Prasetyo menyebut, era disrupsi yang memindahkan aktivitas sosial, politik, dan ekonomi dari alam nyata ke alam maya, memang berdampak serius.

Baca: Bamsoet: Tri Dharma Perguruan Tinggi Harus Mampu Hadapi Revolusi Industri 4.0

Umat manusia sebelumnya tak berpikir bahwa dunia bisa seperti ini yakni terjadinya economic shifting mengakibatkan kegoncangan, bisnis yang mapan bisa jatuh lalu muncullah jenis-jenis usaha baru yang memanfaatkan internet.

Sementara di bidang pendidikan, sangat memungkinkan matinya lembaga-lembaga kursus atau les, karena terdapat aplikasi yang memungkinkan siswa atau orangtua memilihkan guru les, seperti ruangguru.com.

"Tanpa antisipasi atau pengetahuan yang cukup, masyarakat bisa kehilangan mata pencaharian," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas