Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Belum Putuskan Komoditi yang Akan Diimbal Beli dengan Sukhoi SU-35 Rusia

Rencana imbal beli 11 unit jet tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia dengan komoditas asal Indonesia masih belum diputuskan.

Pemerintah Belum Putuskan Komoditi yang Akan Diimbal Beli dengan Sukhoi SU-35 Rusia
Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda
Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan  menyatakan, perundingan soal rencana imbal beli 11 unit jet tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia dengan komoditas asal Indonesia masih belum diputuskan karena masih terkendala penentuan jenis komoditas yang akan diimbalbelikan dengan Pemerintah Negeri Panda tersebut.

Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih mengatakan, L imbal dagang sebenarnya tidak ada masalah buat perdagangan karena merupakan hal bagus.

"Tapi, itu kan terkait politik dunia, kalau soal politik bersumber di Kementerian Luar Negeri, bagaimana diarahkan," ujarnya di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (13/9/2019).

Dia menjelaskan, proses di Kemendag saat ini masih sudah ada grup kerja yang akan memutuskan komoditas apa yang mau dibeli Rusia.

Baca: Mengecewakan! ICW: Pemilihan Calon Pimpinan KPK Berakhir Antiklimaks

"Tidak bisa kita kasih komoditas yang kira-kira laku dijual, kita ingin stand positioning dong, kita ingin komoditas itu yang cukup potensial," katanya.

Baca: Anies Baswedan: Belajar yang Rajin, Biar Kalau Besar Kamu Pintar Seperti Pak Habibie. . .

Karyanto menegaskan, pemerintah mengutamakan produk yang memiliki nilai tambah dengan target penyelesaian tahun ini.

Baca: Uang Nasabah Rp 14 Juta Hilang, BRI Janji Investigasi

komoditas tertentu seprti rempah-rempah tidak jadi pilihan karena dinilai lebih baik dipasarkan berupa barang jadi, jangan hanya dijual sebagai komoditi mentah.

"Kita masih diskusi, mereka butuh apa, kita mau jual apa, secepatnya (selesai) lebih baik, semoga tahun ini, kita terus bicara dengan Dubes Rusia," ujarnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas