Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

HM Sampoerna Keberatan Tarif Cukai Naik: Ganggu Ekosistem Industri Hasil Tembakau Nasional

PT HM Sampoerna sudah menyampaikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah terkait kebijakan tarif cukai ke depan.

HM Sampoerna Keberatan Tarif Cukai Naik: Ganggu Ekosistem Industri Hasil Tembakau Nasional
dok. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Para pekerja di pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Salah satu produsen rokok kretek besar nasional, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) menyatakan belum mendapatkan rincian aturan kebijakan cukai pasca  pengumuman kenaikan tarif cukai yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat terbatas pada Jumat (13/9/2019) sore di Istana merdeka.

“Kami menilai kenaikan ini mengejutkan dan akan mengganggu ekosistem industri hasil tembakau (IHT) nasional,” ujar Direktur Sampoerna Troy Modlin dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews, Sabtu (14/9/2019).

Troy menjelaskan, PT HM Sampoerna sudah menyampaikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah terkait kebijakan tarif cukai ke depan.

Pertama, jika pemerintah bermaksud untuk memberlakukan kebijakan cukai yang dapat mendukung kelangsungan penyerapan tenaga kerja, Sampoerna merekomendasikan agar pemerintah menutup celah cukai pada sigaret buatan mesin sesegera mungkin.

"Yakni dengan menggabungkan volume produksi Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi 3 miliar batang per tahun,"ujarnya.

Baca: Lenovo V130-14, Laptop Harga Terjangkau Berkinerja Mumpuni untuk Para Pebisnis

Kedua, memastikan tarif cukai SKM/SPM lebih tinggi secara signifikan dari tarif cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT).

"Terakhir, kami meminta kepada Pemerintah untuk mempertahankan batasan produksi untuk SKT golongan 2 sebesar maksimal 2 miliar batang per tahun,” ujar Troy. 

Baca: Buka 3 Hari, Facebook Cafe Ajak Pengunjung Ngobrol Santai Soal Privasi di Medsos

Troy menegaskan, Pemerintah akan mencapai tujuannya melalui rekomendasi tersebut sekaligus menciptakan lingkungan persaingan yang adil bagi para pelaku industri.

Sebelumnya sejumlah pihak mengungkapkan formula penggabungan SKM dan SPM dapat menutup celah kebijakan yang dimanfaatkan pabrikan besar dalam membayar tarif cukai murah.

Aturan yang ada saat ini memunculkan ketidakadilan dan persaingan yang tidak sehat, dimana pabrikan besar berhadapan dengan pabrikan kecil dan sama-sama membayar tarif cukai murah.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas