Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kontainer Sampah Asal Amerika yang Dikembalikan Berisi Jarum Suntik hingga Kondom

Pemerintah tidak melarang impor limbah plastik, namun harus ada pemilahan terlebih dahulu agar bisa dikelola secara keberlanjutan.

Kontainer Sampah Asal Amerika yang Dikembalikan Berisi Jarum Suntik hingga Kondom
TRIBUNNEWS.COM/Yanuar Riezqi Yovanda
Media Briefing Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, 38 kontainer asal Amerika Serikat (AS) yang direekspor atau dipulangkan, di antaranya berisi jarum suntik hingga kondom.

Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, penindakan tersebut dilakukan agar barang impor yang masuk ke Indonesia lebih layak.

"Saya lihat isinya macam-macam, ada jarum suntik, pampers, oli, ada kondom juga. Ternyata bisa kalau kita tegas maka mereka akan impor yang bersih," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Rosa menjelaskan, pemerintah tidak melarang impor limbah plastik, namun harus ada pemilahan terlebih dahulu agar bisa dikelola secara keberlanjutan.

Baca: 38 Kontainer Berisi Sampah Dikirim Balik ke Amerika Serikat

"Bagus kalau kita pilah sampahnya, kami gerakkan pemilahan sampah. Kalau dipilah mudah dikelola untuk program lanjutan jadi berdampak ke ekonomi bisa jadi pendapatan," katanya.

Sementara, jika importir masih juga nakal dengan tidak melakukan reekspor maka pemerintah akan mencabut izin rekomendasi impor bekerjasama dengan Bea Cukai.

Rekomendasi untuk lakukan impor tersebut bisa dicabut didasari Permendag Nomor 31 Tahun 2016 dan jika masih nakal maka hukuman pidana siap menanti.

"Bisa dilakukan penegakan hukum pidana. Maksimal pidana 15 tahun hukumannya," pungkas Rosa.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas