Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Soal Kasus Jiwasraya, Ini Kata Ketua Dewan Pengurus AAJI

AAJI memang memiliki puluhan anggota dan ia tidak memungkiri diantaranya tentu ada yang mengalami masalah.

Soal Kasus Jiwasraya, Ini Kata Ketua Dewan Pengurus AAJI
Fitri Wulandari
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon saat ditemui di Rumah AAJI, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menanggapi permasalahan yang tengah membelit salah satu anggotanya, PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Ia mengatakan, AAJI memang memiliki puluhan anggota dan ia tidak memungkiri diantaranya tentu ada yang mengalami masalah.

Kendati demikian, Budi menekankan agar permasalahan yang menimpa satu anggotanya, dalam hal ini Jiwasraya, tidak dikaitkan dengan keseluruhan anggotanya.

Baca: Menkeu Sri Mulyani Belum Setuju PNS Cuma Kerja Empat Hari

Baca: Yunarto Wijaya ke Erick Thohir: Kasus Jiwasraya Lebih Menantang Ketimbang Otak-atik Direksi

Karena perusahaan asuransi yang di bawah naungan AAJI juga banyak yang sehat dan lancar dalam membayarkan asuransi kepada pemilik polis.

"Kami ada 60 anggota asosiasi asuransi jiwa, mungkin ada satu-dua (anggota) yang mengalami catatan, tapi tolong dilihat yang lainnya membayarkan asuransi kepada pemilik polis hingga Rp 134 triliun dalam tempo sembilan bulan," ujar Budi, saat ditemui di Rumah AAJI, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, masalah yang dialami Jiwasraya tidak berpengaruh negatif pada pertumbuhan premi.

"Meskipun ada anggota kami sedang mengalami catatan, tapi premi tumbuh secara industri," jelas Budi.

Ia kembali menegaskan bahwa jika satu anggota mengalami 'pilek', bukan berarti itu juga berlaku pada seluruh anggota.

Sehingga ia berharap masalah yang menimpa Jiwasraya dapat dipandang secara bijak.

"Dan kemampuan membayar manfaat asuransi kepada nasabah sama sekali tidak kena imbasnya, bukan karena satu-dua (perusahaan) sedang pilek, yang lainnya juga pilek," kata Budi.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas