Tribun Bisnis

Laut Natuna Diklaim China

Soal Natuna, Pemerintah Tidak Perlu Khawatirkan Hubungan Ekonomi dengan China

Kepentingan China kepada Indonesia menurut Said lebih besar ketimbang masalah klaim perairan Natuna.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Soal Natuna, Pemerintah Tidak Perlu Khawatirkan Hubungan Ekonomi dengan China
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, S.E., M.M. memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TN 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Ekonomi DPP PDIP Said Abdullah mengatakan bahwa pemerintah tidak perlu khawatir hubungan ekonomi Indonesia dengan China akan memburuk akibat kasus Natuna.

Menurutnya China tidak akan mengorbankan kepentingan nasionalnya karena ngotot mengklaim Natuna sebagai bagian dari wilayahnya.

"Enggak (berpengaruh), saya tidak yakin China akan mengorbankan kepentingan nasionalnya karena soal Natuna," kata Said di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu, (8/1/2020).

Kepentingan China kepada Indonesia menurut Said lebih besar ketimbang masalah klaim perairan Natuna.

Ia menegaskan Indonesia dan negara negara di Asia Tenggara lainnya merupakan pasar besar bagi China.

"Jadi tidak usah takut. China dengan Indonesia bukan hanya hubungan ekonomi, China ini masih membutuhkan kita sebagai sahabat. Jika terjadi apa apa dengan ASEAN, China akan kena imbasnya. Kepentingan China besar di ASEAN ini. ASEAN ini pasar besar China," katanya.

Baca: Jangan Hanya Kunjungan, PKS: Jokowi Harus Lakukan Tindakan Konkret Halau Kapal China di Natuna

Menurut Said, China hanya menguji kesiapan Indonesia soal perbatasan. Tindakan China yang mengklaim sepihak perairan Natuna telah memancing jiwa Nasionalisme bangsa Indonesia.

"Jadi tidak perlu khawatir. China hanya melakukan tes case pada kesiapan kita, ternyata kita siap. China cuma main main, saya tidak yakin," kata dia.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas