Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Iran Vs Amerika Memanas

Jika Timur Tengah Porak Poranda, Pengamat: Kita Mau Ekspor Kemana Lagi ?

Jika eskalasi ketegangan antara AS-Iran meningkat, tentunya Timur Tengah akan terdampak dan ini bukan sinyal yang baik bagi Indonesia.

Jika Timur Tengah Porak Poranda, Pengamat: Kita Mau Ekspor Kemana Lagi ?
Twitter @ABC
Iran disebut telah meluncurkan beberapa rudal di fasilitas militer Amerika Serikat di Irak pada Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meningkatnya eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dipandang sebagai hal yang akan berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia.

Pengamat Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira mengatakan bahwa dampak jangka panjangnya akan berpengaruh pada kinerja ekspor di sektor riil yang diprediksi semakin sulit.

Seperti produk olahan pertanian, peternakan hingga tekstil yang diekspor ke Timur Tengah.

Jika eskalasi ketegangan antara AS-Iran meningkat, tentunya Timur Tengah akan terdampak dan ini bukan sinyal yang baik bagi Indonesia.

"Pasar non tradisional, misalnya Timur Tengah yang prospeknya masih besar bagi Indonesia jadi porak poranda karena perang. Kita mau ekspor ke mana lagi?," ujar Bhima, kepada Tribunnews, Kamis (9/1/2020).

Menurut data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) total perdagangan antara Indonesia-Iran mencapai USD 715,4 juta pada 2018.

Baca: Donald Trump Salahkan Obama soal Rudal Iran

Jika dibandingkan pada 2017, angka ini mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen.

Dengan rincian capaian ekspor Indonesia ke Iran tercatat sebesar USD 296,4 juta, sedangkan impor dari Iran mencapai angka USD 419 juta.

Perlu diketahui, eskalasi ketegangan antara AS-Iran meningkat pasca AS melakukan serangan drone ke wilayah Irak, tepatnya di luar Bandara Internasional Baghdad, menewaskan Jenderal pasukan elite 'Quds' Iran Qassem Soleimani pada Jumat lalu.

Peristiwa ini pun membuat Iran berduka dan marah, negara ini bersumpah akan melakukan balas dendam ke AS.

Kemudian pada Rabu dini hari waktu Iran, Iran pun akhirnya meluncurkan rudal balistiknya yang menargetkan dua pangkalas AS di Irak sebagai tanda ancaman kepada AS.

Diserang, Presiden AS Donald Trump akhirnya menyerukan bahwa AS pun akan melakukan serangan balasan terhadap negara Timur Tengah tersebut.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas