Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Cerai dengan Garuda, Sriwijaya Air Beralih ke Bengkel Pesawat Lain

Sriwijaya Air sudah mempunyai beberapa mitra bengkel pesawat lainnya, di antaranya PT Merpati Maintance Facility (MMF) di Surabaya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
zoom-in Cerai dengan Garuda, Sriwijaya Air Beralih ke Bengkel Pesawat Lain
Istimewa
Sriwijaya Air 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Sriwijaya Air Group memastikan telah memiliki sejumlah mitra untuk urusan perawatan pesawat pasca memutuskan kerja sama manajemen (KSM) dengan Garuda Indonesia group.

Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena mengatakan, sebelumnya perawatan pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air didukung oleh anak usaha Garuda Indonesia, PT GMF AeroAsia Tbk.
Ketika KSM berakhir, dukungan dari GMF tersebut pun ikut disetop.

Kini, Sriwijaya Air sudah mempunyai beberapa mitra bengkel pesawat lainnya, di antaranya PT Merpati Maintance Facility (MMF) di Surabaya, PT FL Technics di Cengkareng, PT Mulya Sejahtera Technology.

Baca: Akhir Januari, Sriwijaya Air Terbangkan Lagi Tiga Pesawatnya

Baca: Libur Imlek, Sriwijaya Air Sediakan Extra Flight ke Pontianak dan Pangkalpinang

"Itu tadi yang regional. Ada juga Asia Aerotechnic di Malaysia. AirAsia di Taiwan dan ST Aerospace di Singapura," lanjutnya.

Terkait kerja sama dengan GMF, Jefferson tak menutup kemungkinan untuk dijalin kembali.
Pihaknya juga sudah menunjuk auditor independen untuk mempelajari jumlah utang Sriwijaya Air ke MRO pelat merah itu.

"Kami sadari tak bisa hidup sendiri. Ke depannya kita lihat gimana. Kalau memang masih terbuka pintu kerja sama kita lakukan secara bisnis," kata Jefferson.

"Kami juga sudah buka kerja sama dengan MRO lainnya. Jadi ini manajemen risiko kita cari beberapa partner lain juga," sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pemutusan kerja sama dengan GMF turut membuat alat produksi perusahaan mengalami penurunan.

Saat ini pesawat Sriwijaya Air yang beroperasi sebanyak 14 unit dari total 24 unit, sedangkan NAM Air sebanyak 11 unit dari total 16 unit. Sisa pesawat yang belum beroperasi itu masih dalam proses perawatan pesawat.

Dia menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengopersikan 23 unit pesawat Sriwijaya Air dan 14 pesawat NAM Air.

"Jadi memang secara bertahap kita kembalikan kepercayaan masyarakat ke Sriwijaya Air group. Alat produksi ditingkatkan kembali ke level normal," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas