Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sri Mulyani: Dulu Pengusaha Minta PLB, Sekarang Jadi Sarang Penyelundupan

"Sampai ada 150 PLB. Sekarang PLB-nya dipakai tempat penyelundupan, saya dimarahi sama asosiasi, minta itu ditutup," ujar Sri Mulyani.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Sri Mulyani: Dulu Pengusaha Minta PLB, Sekarang Jadi Sarang Penyelundupan
Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, banyak pengusaha di masa lalu meminta dibuatkan Pusat Logistik Berikat (PLB).

Tujuannya adalah supaya membantu usaha kecil menengah dalam menyelesaikan masalah pendistribusian barang agar mudah keluar masuk.

"Sampai ada 150 PLB. Sekarang PLB-nya dipakai tempat penyelundupan, saya dimarahi sama asosiasi, minta itu ditutup," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Sri Mulyani menjelaskan, dirinya sudah berupaya memberikan insentif terhadap semua sektor usaha baik kecil maupun besar.

Baca: Hino RN 285 Cocok untuk Taklukkan Trayek Bus AKAP Full Tol Trans Jawa

"Ada yang bilang Ibu menkeu beri tax allowance untuk industri padat karya. Namun, yang tidak bisa saya kasih insentif yang hanya bilang sebagai pengusaha dan minta saya jadi pengusaha, saya tidak bisa jadi pengusaha," katanya.

Baca: Tarif Tol Kok Sering Naik, Ini Penjelasan Sekretaris Perusahaan Jasa Marga

Eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pemerintah selalu berupaya melakukan percepatan dalam mendorong bisnis pengusaha, tapi kadang ada saja persoalan baru muncul.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kawasan ekonomi khusus kita berikan percepatan, kita selesaikan masalah satu, muncul masalah baru seperti PLB buat logistik. Pengusaha macam-macam kasih masukan bagus dan masukan sangat bagus," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas