Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerjasama Dengan KKP, Jasindo Luncurkan Asuransi Udang dan Ikan

Potensi tambak udang di Indonesia tergolong tinggi, mencapai 242.000 hektare, dimana 60 % merupakan lahan dengan pengelolaan

Kerjasama Dengan KKP, Jasindo Luncurkan Asuransi Udang dan Ikan
Surya/Aflahul Abidin
Udang vaname hasil panen dari kolam budidaya di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (18/9/2019). Sekitar 18 ton udang vaname dipanen dari sepuluh tempat pembudidayaan di lokasi itu. Surya/Aflahul Abidin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Potensi tambak udang di Indonesia tergolong tinggi, mencapai 242.000 hektare, dimana 60 % merupakan lahan dengan pengelolaan secara tradisional dan 40% pengelolaan secara intensif.

Melihat besarnya risiko terjadi kegagalan dalam berbudidaya udang, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) serta industri asuransi kerugian umum, membentuk Konsorsium AUBU dan menerbitkan Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU).

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L. Tobing, dengan adanya AUBU, petambak udang tidak perlu lagi takut mengalami gagal panen.

Baca: Kementerian KKP Libatkan Polisi Amankan Sektor Kelautan dan Perikanan

Baca: Komite II DPD RI Dukung KKP Majukan Potensi Kelautan dan Perikanan di Indonesia

“Pasalnya, lini usaha yang mereka jalani akan terlindungi ketika terjadi risiko kematian udang yang menyebabkan kegagalan panen. Manfaat utama lainnya adalah petambak bisa mendapat kepastian jaminan modal biaya produksi untuk budidaya selanjutnya,” katanya, Senin(10/2/2020).

Asuransi udang ini juga menjadi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

“Asuransi Jasindo ditunjuk sebagai Ketua Konsorsium mengingat pengalamannya dalam menjalankan asuransi program pemerintah,” lanjutnya.

Selain asuransi budidaya udang, KKP bersama asuransi Jasindo sebagai leader konsorsium asuransi APPIK juga meluncurkan asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil atau disingkat APPIK, dan masih merupakan program pemerintah dengan premi 100 % ditanggung pemerintah.

Rate premi untuk AUBU ditetapkan 3 persen per siklus (4-5 bulan), sedangkan untuk APPIK rate premi ditetapkan bervariasi sesuai dengan komoditi ikan yang diasuransikan.

Biaya administrasi dikenakan hanya untuk polis dan bea meterai.

Sahata menambahkan, petambak udang akan mendapatkan perlindungan sesuai dengan biaya ongkos produksi atau modal yang diajukan menjadi nilai pertanggungan.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas