Tribun Bisnis

Harga Minyak Mentah Kembali Menukik

Harga minyak mentah dunia kembali melorot pada akhir perdagangan Senin (2/4/2020) waktu setempat

Editor: Sanusi
Harga Minyak Mentah Kembali Menukik
ETF Daily News
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Harga minyak mentah dunia kembali melorot pada akhir perdagangan Senin (2/4/2020) waktu setempat. Minyak jenis brent pun berakhir di bawah level 20 dollar AS per barrel.

Para investor yang gelisah keluar dari pasar AS seiring dengan kurangnya tempat penyimpanan yang tersedia menyusul robohnya permintaan akibat virus corona.

Permintaan bahan bakar menukik 30 persen secara global, dan tempat penyimpanan menjadi berharga, dengan sekitar 85 persen dari tempat-tempat penyimpanan darat di seluruh dunia penuh pada minggu lalu, menurut data Kpler.

Baca: Sibuk Work From Home, Simak Tips Laksanakan Ibadah Puasa Ramadan Tetap Kondusif dan Tidak Keteteran

Baca: Si Anak Hilang Kalahkan Esteban Vizcarra dan Achmad Jufriyanto di Persib

Kekhawatiran ekonomi terus mengganggu pasar. Output ekonomi global diperkirakan mengalami kontraksi sebesar dua persen tahun ini - lebih buruk dari krisis keuangan - sementara permintaan telah jatuh 30 persen akibat pandemi virus corona.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 4,16 dollar AS atau 24,56 persen, ditutup pada 12,78 dollar AS per barrel.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun 1,45 dollar AS atau 6,76 persen, menjadi ditutup pada 19,99 dollar AS per barrel.

Pedagang juga mengatakan kontrak minyak mentah turun sebagian karena kendaraan investasi ritel seperti dana yang diperdagangkan di bursa mengalihkan investasi mereka dari kontrak Juni depan untuk menghindari terjebak seperti yang dilakukan seminggu yang lalu, ketika kontrak minyak turun menjadi minus 37,63 dolar AS per barel .

Minyak berjangka mengakhiri kerugian minggu ketiga berturut-turut minggu lalu, dengan penurunan 24 persen untuk Brent dan penurunan tujuh persen untuk WTI. Pasar telah jatuh selama delapan dari sembilan minggu terakhir.

Setelah kerugian pekan lalu, United States Oil Fund LP/USO.P menyatakan, akan mengalihkan kepemilikannya ke dalam kontrak yang lebih baru, menjual semua kepemilikannya di kontrak Juni.

Pemegang produk bursa minyak terbesar itu terpukul keras pekan lalu setelah kontrak Mei jatuh ke wilayah negatif sesaat sebelum berakhir. USO pada saat itu tidak memiliki kontrak Mei.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas