Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bos Garuda Indonesia Terima Kenyataan Dana Talangan Berbeda Jauh Dibandingkan Singapore Airlines

Irfan Setiaputra mengaku menerima kenyataan bahwa dana talangan dari pemerintah berbeda jauh dibanding Singapore Airlines.

Bos Garuda Indonesia Terima Kenyataan Dana Talangan Berbeda Jauh Dibandingkan Singapore Airlines
TRIBUN/DANY PERMANA
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjawab pertanyaan jurnalis saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews.com di kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (11/6/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengaku menerima kenyataan bahwa dana talangan dari pemerintah berbeda jauh dibanding Singapore Airlines.

Diketahui, Garuda Indonesia dijanjikan akan menerima dana talangan melalui program Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar 500 juta dolar AS atau setara Rp 8,5 triliun.

"Saya suka membandingkan diri dengan Singapore Airlines. Pemerintah Singapura menempatkan dan 11,5 miliar dolar AS untuk modal meneruskan hidup menghadapi pandemi Covid-19," kata Irfan dalam diskusi daring, Jumat (19/6/2020).

Baca: Penumpang Tinggal 10 Persen, Garuda Indonesia Berharap dari Peak Season Akhir Tahun

Baca: Rekam Jejak Irfan Setiaputra Sebelum Jadi Orang Nomor Satu di Garuda Indonesia

Irfan menyampaikan saat ini stimulus yang dijanjikan pemerintah ke perseroan masih dalam tahap proses.

"Dengan segala macam alasannya sampai sekarang masih berlangsung (proses)," tukas dia.

Irfan agak menyayangkan pemerintah kurang memberi perhatian lebih terhadap Garuda Indonesia padahal industri penerbangan merupakan struktur ekonomi secara keseluruhan.

"Saya pikir hampir di seluruh negara membantu industri penerbangannya. Jadi kita memang harus menerima kenyataan bahwa Garuda dapat 500 juta dolar sedangkan Singapore Airlines dapat 11,5 miliar dolar," sambung Irfan.

Seperti diketahui beleid pemberian dana talangan akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Penyertaan Modal Negara (PMN) dan investasi pemerintah.

Menurut Irfan, dana talangan merupakan pinjaman sehingga penggunaanya harus melalui pembicaraan bersama.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjawab pertanyaan jurnalis saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews.com di kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (11/6/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjawab pertanyaan jurnalis saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews.com di kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (11/6/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA (TRIBUN/DANY PERMANA)
Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas