Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kendala Pelaku UMKM Masuk Pasar Online Bukan Hanya Ketersediaan Internet Tapi Juga Kualitas Produk

Kaktor yang menjadi kendala pelaku UMKM untuk masuk ke pasar online bukan hanya soal ketersediaan internet saja, tapi juga kualitas produk.

Kendala Pelaku UMKM Masuk Pasar Online Bukan Hanya Ketersediaan Internet Tapi Juga Kualitas Produk
Kemenkop dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat penandatanganan kerja sama dengan Hukum Online dan Justika.com secara video conference di Jakarta, Senin, (11/5/2020) lalu, 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan banyak faktor yang membuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM belum bisa memanfaatkan platform digital.

Menurutnya, faktor yang menjadi kendala pelaku UMKM untuk masuk ke pasar online bukan hanya soal ketersediaan internet saja.

"Tetapi faktor lain seperti kualitas produk, juga menjadi kendala para pengusaha UMKM untuk masuk ke pasar online," kata Teten Masduki dalam diskusi online, Jumat (26/6/2020).

Dalam pasar online, menurut Teten, kualitas produk menjadi hal penting bagi pengusaha UMKM karena harus bersaing dengan produk brand ternama.

"Brand ternama dan memiliki image bagus, saat ini juga sudah masuk ke pasar online. Maka dari itu kualitas UMKM juga setidaknya harus setara, atau mendekati brand ternama tersebut," ujar Teten.

Baca: Digitalisasi Jadi Peluang UMKM untuk Bertahan di Tengah Wabah Covid-19

Baca: Kisah Pelaku UMKM Bertahan Hidup di Era New Normal

Selain itu menurut Teten, kendala lain adalah keterbatasan para pelaku UMKM dalam menyediakan produk dalam jumlah besar.

"Saat pelaku UMKM masuk ke pasar online, maka skala penjualannya itu nasional. Sementara, dalam kesiapan itu banyak UMKM yang belum bisa memenuhinya," ucap Teten.

Keterbatasan produksi dalam jumlah besar, lanjut Teten, dipengaruhi oleh keterbatasan modal yang mereka miliki untuk menyediakan stok produksi untuk dijual online.

"Beberapa faktor ini yang membuat UMKM sulit untuk masuk ke pasar online. Kami mencatat UMKM yang mampu bertahan, saat sudah masuk ke platform digital hanya 4 persen sampai 10 persen," kata Teten.

Maka dari itu, lanjut Teten, butuh pendampingan dari pemerintah dengan melakukan edukasi untuk pelaku UMKM yang sudah masuk ke pasar online melalui platform digital.

"Tetapi untuk melakukan pendampingan tersebut, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dengan para penyedia platform digital, dalam membimbing para UMKM ini agar bisa bertahan di pasar online," ujar Teten.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas