Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Komentar Airlangga Hartarto Soal Pemulihan Ekonomi di Masa New Normal hingga Serapan Anggaran

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait pemulihan ekonomi Indonesia di tengah pandemi.

Komentar Airlangga Hartarto Soal Pemulihan Ekonomi di Masa New Normal hingga Serapan Anggaran
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait pemulihan ekonomi Indonesia di tengah pandemi.

Menurutnya, pemulihan ekonomi Indonesia telah menunjukkan perbaikan ke arah yang positif memasuki masa new normal.

Hal ini terlihat dari penguatan berbagai indikator. Misalnya penguatan indeks pasar modal dan apresiasi nilai tukar rupiah.

Juga perbaikan PMI manufaktur, kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen, dan pertumbuhan penjualan ritel.

Hal itu disampaikan Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada acara Konferensi Pertama Mekanisme Konsultasi Belt and Road Antar Partai Politik China-Indonesia yang digelar secara virtual di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Baca: Airlangga Hartarto: Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa New Normal Mengarah Positif

Baca: Airlangga: Kini Angka Kesembuhan Covid-19 Setara dengan Global

Airlangga Hartarto menjelaskan, dengan modal ketahanan ekonomi yang lebih baik dan perbaikan berbagai indikator utama, pemerintah optimis dengan langkah-langkah yang akan dilakukan, dapat mencegah perekonomian terkontraksi lebih dalam lagi dan mempercepat pemulihannya.

"Pemerintah Indonesia telah menyiapkan strategi, menetapkan berbagai kebijakan dan program untuk tetap menggerakkan ekonomi, menjaga sumber penghasilan masyarakat, tapi dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan," ujarnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu mengungkapkan, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari China.

Meski tidak selalu dapat disamakan kondisinya, China berhasil menekan kasus dengan efektif sekaligus dapat mencapai pemulihan ekonomi dengan cepat.

"Terbukti China mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif di kuartal II lalu sebesar 3,2 persen," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Sri Juliati
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas