Tribun Bisnis

UU Cipta Kerja

Mendes Klaim UU Cipta Kerja Untungkan Warga Desa, Begini Penjelasannya

Abdul Halim Iskandar mengklaim UU Cipta Kerja memberikan keuntungan bagi warga desa terutama dalam menjalankan usaha.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Mendes Klaim UU Cipta Kerja Untungkan Warga Desa, Begini Penjelasannya
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan petugas di Jalan Medan Medeka Barat saat berusaha memasuki kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Hari ini aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibuslaw) terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termauk Ibukota Jakarta. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengklaim UU Cipta Kerja memberikan keuntungan bagi warga desa terutama dalam menjalankan usaha.

Diketahui, UU Cipta Kerja telah disahkan dalam sidang Paripurna DPR RI, Senin (5/10) kemarin. Hanya ada dua fraksi yang menolak pengesahan itu, yakni Fraksi Demokrat dan Fraksi PKS.

"UU Cipta Kerja memberikan kemudahan perlindungan dan pemberdayaan Bumdes, koperasi, serta usaha mikro kecil dan menengah untuk menjalankan usaha," ujar Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (8/10/2020).

Baca: 10.000 Mahasiswa Unpam Gabung Buruh, Serbu Kantor Jokowi di Merdeka Utara Protes UU Cipta Kerja

Gus Menteri juga mengatakan kehadiran UU Cipta Kerja memberikan kemudahan semua pihak untuk berinvestasi ke desa.

Menurut politikus PKB tersebut, semua kemudahan yang hadir akibat UU Cipta Kerja akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di desa.

Baca: Daftar Pasal Kontroversial UU Cipta Kerja yang Memicu Amarah Buruh, Pasal-pasal Ini Paling Dimusuhi

"Inilah yang betul-betul kita harapkan sejak awal. Kalau penyerapan tenaga kerja di desa bagus, pertumbuhan ekonomi bagus, pasti akan mengurangi atau menghambat terjadinya urbanisasi," kata Gus Menteri.

"Nah ketika urbanisasi kecil, maka desa akan diuntungkan, kota juga sama akan diuntungkan karena tidak banyak kedatangan warga dari desa," tandasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas