Tribun Bisnis

APJII: Internet Berperan Penting dalam Kehidupan Sosial Masyarakat

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, bahwa pengguna internet pada periode 2019-2020 mencapai 196 juta orang.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
zoom-in APJII: Internet Berperan Penting dalam Kehidupan Sosial Masyarakat
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Siswa kalas 5 Raihan sedang menyalin pelajaran dari smartphone di warung belum buka di Rawabuntu, Tanggerang Selatan, Rabu (21/10/2020). Pelajar masih mengikuti pelajaran secara onlan tidak ada kejelasan mulai belajar tatap muka. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAAsosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, bahwa pengguna internet pada periode 2019-2020 mencapai 196 juta orang.

Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono mengatkan, jumlah pengguna internet saat ini meningkat dibandingkan periode 2018-2019 yang hanya mencapai 171 juta orang.

Menurutnya, peningkatan ini dikarenakan peran internet semakin penting dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik serta semakin dalam mempengaruhi kehidupan manusia.

Baca juga: eFishery dan Baba Rafi Maksimalkan Internet of Things untuk Waralaba Tambak Udang Vaname

"Internet ini membuat perubahan peradaban teknologi dunia dengan cepat. Saat ini kecenderungan internet bergerak menjadi kebutuhan pokok bagi tiap orang," kata Henri dalam konferensi pers virtual, Senin (9/11/2020).

Henri menyebutkan, hampir semua kebutuhan seseorang dapat dipenuhi melalui internet. Sehingga akses terhadap internet semakin besar digunakan oleh masyarakat.

"Selain itu, peningkatan pengguna internet juga karena sudah selesainya proyek jaringan Palapa Ring yang menambah keandalan koneksi di seluruh Indonesia," kata Henri.

Selain itu Henri menjelaskan, menurut hasil survei APJII dengan 7000 sampel yang tersebar di wilayah Indonesia menunjukan bahwa konten hiburan yang paling sering dikunjungi adalah menonton video online dengan persentase 49,3 persen.

"Selain itu, dari hasil survei juga memperlihatkan bahwa barang yang sering dibeli secara online adalah produk fashion and beauty sebesar 43,2 persen kemudian disusul oleh produk pangan 25 persen, lalu terbanyak ketiga adalah produk rumah tangga 6,5 persen," kata Henri.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas