Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bisnis Logistik dan Jasa Kurir Melesat Saat Pandemi Covid-19

kegiatan logistik yang masih dapat bertahan bahkan mengalami pertumbuhan positif adalah layanan logistik e-commerce dan pengiriman barang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Bisnis Logistik dan Jasa Kurir Melesat Saat Pandemi Covid-19
ist
Kiri kekanan : Agus Yunanto (Deputy Branch Head JNE Express Solo), Sucipto (kepala Wilayah Astra-Isuzu Jateng dan DIY) dan M. Yusuf (Branch Manager Astra-Isuzu Solo) berbincang didepan barisan unit ISUZU ELF dan ISUZU Giga, Sabtu (14/11/2020) di Kantor JNE Solo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Geliat bisnis sektor logistik dan kurir melonjak saat pandemi Covid-19.

Satu diantara pemicunya adalah meningkatnya aktivitas digital masyarakat saat pandemi termasuk di dalamnya belanja online atau daring.

Aktivitas ini pun mendongkrak sektor logistik dan jasa pengiriman.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan menyebutkan, segmen logistik relatif stabil selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Pengiriman Ikan Hias Naik Hingga 15 Persen, Tiki Beri Promo Bebas Biaya Tambahan 50 Persen

Adapun transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1 persen menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksi naik 9,9 persen menjadi Rp 20,7 triliun.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi menyebutkan kegiatan logistik yang masih dapat bertahan bahkan mengalami pertumbuhan positif adalah layanan logistik e-commerce dan layanan pengiriman barang (courier service).

Hal tersebut juga diakui Kepala Cabang Utama JNE Solo Bambang Widiatmoko.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menjelaskan, saat awal pandemi pada Maret dan April, volume pengiriman barang di tempatnya meningkat sampai 30 persen.

“Ini dipengaruhi banyak masyarakat beraktivitas di rumah, tetapi tetap melakukan transaksi pembelian lewat online,” ujar Bambang dalam siaran pers tertulisnya, Minggu, (15/11/2020).

Bambang menjelaskan, sebelum pandemi, rata-rata volume pengiriman dari Solo ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Timur mencapai 20 ton per bulan.

Sebagian barang itu dikirim via darat dan udara.

Ketika pandemi, pengiriman via udara anjlok, karena banyak rute penerbangan tutup akibat tidak ada penumpang, sedangkan pengiriman barang via darat malah meningkat.

Dengan adanya peningkatan pengiriman barang tersebut, membuat pihaknya menambah armada.

Saat ini, pihaknya diperkuat 35 unit armada, diantaranya terdapat 15 unit truk yang semuanya merek Isuzu yakni truk Giga dan Elf NKR.

“Sebagai pelaku usaha, tentu kami menginginkan kendaraan yang efisien.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas