Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ini Alasan Menparekraf Pakai Konsultan Asing untuk Genjot Sektor Pariwisata

Wishnutama Kusubandio menerangkan alasannya memakai konsultan asing dalam strategi menggenjot sektor pariwisata.

Ini Alasan Menparekraf Pakai Konsultan Asing untuk Genjot Sektor Pariwisata
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menerangkan alasannya memakai konsultan asing dalam strategi menggenjot sektor pariwisata. Dia menilai langkah ini penting guna mendorong quantity tourism menjadi quality tourism. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menerangkan alasannya memakai konsultan asing dalam strategi menggenjot sektor pariwisata.

Dia menilai langkah ini penting guna mendorong quantity tourism menjadi quality tourism.

"Ini sangat penting dari mengejar jumlah menjadi berkualitas Saya kita harus mau membuka diri untuk belajar dan mencoba memperbaiki segala sesuatu yang sudah kita lakukan," ucap Menparekraf dalam wawancara daring, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Menparekraf: Kunci UMKM Sukses Go Digital Adalah Pemasaran

Baca juga: Bioskop di Bekasi Mulai Buka, Menparekraf Imbau Jalankan Protokol Kesehatan dengan Baik

Secara pribadi, Wishnutama melihat kesempatan ini menjadi peluang untuk pariwisata Indonesia jauh lebih maju ke depan.

"Potensi kita sangat besar hingga menciptakan lapangan kerja dibandingkan negara lain," tuturnya.

Menurutnya, negara lain hanya mampu menyerap 10-15 persen lapangan kerja dari pariwisata mereka.

Sebelumnya diketahui, Kemenparekraf bekerjasama dengan konsultan Rolland Berger yang telah membantu melakukan strategi-strategi pariwisata Vietnam, Thailand, dan Dubai.

Perubahan sederhana ini diharapkan memiliki konsekuensi yang sangat besar.

Indonesia akan mencoba untuk meniru Australia yang kunjungan wismannya hanya sekitar 10 juta per tahun tetapi mencatat devisa sebesar 45 miliar dolar AS.

Tak hanya sekadar mendorong pariwisata tetapi meningkatkan jumlah wisatawan internasional.

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas