Tribun Bisnis

Blok Wabu akan Digarap Antam, Anggota DPD Ingatkan Hak Orang Asli Papua

Menurut Filep, jauh lebih penting penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat serta pembangunan yang merata di tanah Papua.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
Blok Wabu akan Digarap Antam, Anggota DPD Ingatkan Hak Orang Asli Papua
Ist
Anggota DPD RI Provinsi Papua Barat, Dr. Filep Wamafma  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPD RI Provinsi Papua Barat, Dr Filep Wamafma menyoroti rencana PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menggarap tambang emas Blok Wabu di Papua.

"Bila mendengar nama Antam maka siap-siap Blok Wabu yang merupakan wilayah tambang emas di Papua akan digarap," ujar Filep, Kamis (7/1/2020).

Menurut Filep, Menteri BUMN Erick Tohir pernah menyampaikan hal ini pada September 2020 silam.

"Mana mungkin tidak, harapannya Blok Wabu-lah yang akan mendongkrak portofolio emas Antam lebih besar lagi. Tapi, adakah orang asli Papua yang bergelut dalam kubangan emas situ? Silakan cek sendiri," tanya Filep.

Sebagaimana diketahui, Blok Wabu yang luasnya 10.700 ha dengan potensi 4.3 ton biji emas dan bernilai kira-kira Rp 211.4 triliun (kurs Rp 15.000), telah dikembalikan oleh PT Freeport Indonesia kepada Pemerintah.

"Dari sanalah Pemerintah mencari investor untuk menggarap blok ini. Bisnis yang bergelimang kekayaan tersebut, sibuk diperebutkan. Sembari lupa, ada konflik berkepanjangan yang belum tuntas hingga hari ini," ujarnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Anjlok ke Level Rp971 Ribu Per Gram

Pihaknya berharap ada keseimbangan yang konkrit dalam investasi di Papua, sebab itulah yang namanya keadilan.

"Terutama, terkait kebijakan penanaman modal. Tidak ada keadilan selama kekayaan menumpuk pada kelompok tertentu," ujarnya.

Di atas semua itu, menurut Filep, jauh lebih penting penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat serta pembangunan yang merata di tanah Papua, agar keterbelakangan, kemiskinan dan marginalisasi orang asli Papua (OAP) dapat teratasi dan masyarakat papua sejahtera adil dan Makmur.

"Ingatlah, ada hak OAP yang melekat pada setiap bijih emas tersebut," katanya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas