Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ekonom Nilai Pemangkasan Suku Bunga KUR Tidak Efektif

Piter Abdullah melihat kredit KUR tidak efektif menyalurkan kredit kepada nasabah-nasabah baru yang selama ini tidak terlayani bank

Ekonom Nilai Pemangkasan Suku Bunga KUR Tidak Efektif
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga antre untuk mengisi aplikasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di halaman Stadion Padjadjaran, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/12/2020). Per Oktober 2020, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp 105,3 triliun atau 75,1% dari kuota yang diberikan pemerintah pda perseroan tahun ini yakni Rp 140,2 triliun. (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai, rencana pemangkasan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak akan efektif.

Menurut Piter, kredit KUR sejatinya lebih banyak dimanfaatkan oleh nasabah lama bank.

"Saya melihat kredit KUR tidak efektif menyalurkan kredit kepada nasabah-nasabah baru yang selama ini tidak terlayani bank. Hanya mereka (nasabah lama) yang mendapatkan manfaat dengan mendapatkan penurunan bunga," tuturnya kepada Tribunnews, Jumat (12/2/2021).

Dosen Perbanas Institute ini juga menegaskan sejak skim bantuan KUR diperkenalkan pertumbuhan kredit UMKM tetap biasa saja alias linier.

Baca juga: Insentif PPnBM Berlaku Maret, Beli Mobil Baru Bulan Depan Lebih Murah, Bisa Kredit Tanpa DP?

"Tidak efektif ya karena KUR ditunjukkan dengan tidak terjadinya percepatan pertumbuhan penyaluran kredit UMKM," ucap Piter.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim mengatakan pihaknya akan terus mengoptimalkan kontribusi pelaku UMKM terhadap PDB yang saat mencapai 57 persen.

Menurut Arif angka ini bisa ditingkatkan karena jumlah pelakunya sangat besar 64,1 juta atau setara dengan 99 persen pelaku usaha di Indonesia.

Baca juga: Dihajar Anaknya yang Sedang Mabuk dengan Kursi, Wanita 58 Tahun Ini Diam & Tidak Teriak Minta Tolong

“Apa yang bisa dioptimalkan adalah kontribusi pelaku UMKM terhadap PDB kita tingkatkan bersama dari waktu ke waktu, kita sudah punya pendekatan yang sudah bagus, dari pelatihan mentoring, konsultasi ataupun inkubator, salah satunya forum ini,” katanya, Kamis (11/2/2021).

Pada 2021, Kemenkop juga akan menyalurkan modal-modal usaha yang bersifat mudah diakses, antara lain KUR, KUR super mikro.

Pihaknya juga dalam upaya pembahasan agar suku bunga KUR bisa dipangkas.

“Sedang dalam pembahasan agar suku bunga KUR bisa lebih rendah, yang sekarang sembilan persen bisa diberikan lebih rendah bagi yang terdampak COVID-19. Kemudian pembiayaan melalui LPDB, akan dilanjutkan baik besaran, ataupun lebih mudah diakses,” katanya.

Ia juga menyadari bahwa UMKM di Indonesia mengalami sejumlah kendala di antaranya kemampuan memaksimalkan pemasaran baik offline ataupun online yang belum optimal.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas