Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pakar Hukum: Review Pertamina Terhadap Kontrak LNG Mozambik Sesuai Aturan

Pakar hukum bisnis menilai pembahasan ulang Pertamina terhadap kontrak pembelian gas alam cair dari Mozambik, sudah sesuai dengan undang-undang.

Pakar Hukum: Review Pertamina Terhadap Kontrak LNG Mozambik Sesuai Aturan
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Ilustrasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Malvyandie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar hukum bisnis Universitas Trisakti Ary Zulfikar menilai pembahasan ulang Pertamina terhadap kontrak pembelian gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dari Mozambik, sudah sesuai dengan undang-undang.

Dalam hal ini, Direksi Pertamina sudah melakukan prinsip kehati-hatian, terutama dalam pandemi Covid-19 yang menyebabkan permintaan menurun tajam.

"Review tersebut tepat. Karena sudah memenuhi unsur kehati-hatian terutama saat pandemi," kata Ary, Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Pertamina Optimalkan Stok Pasokan LPG 3 Kg di Tasikmalaya

Sesuai Pasal 97 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, jelas Ary, Direksi bertanggung jawab atas pengurusan perseroan.

Dalam hal ini, Direksi wajib melakukan dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab.

Dalam UU tersebut juga dijelaskan, yang dimaksud dengan penuh tanggung jawab, yaitu memperhatikan perseroan dengan seksama dan tekun.

Baca juga: Jaga Stok Imlek dan Cap Gomeh, Pertamina Pasok 75 Ribu Elpiji 3 Kg di Kalimantan Barat

Dengan demikian, lanjutnya, sudah menjadi tugas Direksi untuk menjalankan prinsip kehati-hatian.

"Jadi, kalau ada transaksi-transaksi yang ditengarai berpotensi merugikan, apalagi kondisi pandemi sekarang, maka sudah tugas Direksi melakukan review terhadap transaksi yang dilakukan perseroan dan dalam melakukan analisis perlu juga dilihat perjanjian yang pernah dibuat," imbuhnya.

Bahkan sebaliknya, jika Direksi tidak melakukan prinsip kehati-hatian, justru harus mempertanggungjawabkan pada akhir tahun kepada Komisaris dan pemegang saham.

Baca juga: Tahun Ini, Pertamina Akan Impor BBM Sebesar 113 Juta Barel

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas