Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menparekraf Minta Pelaku Usaha Kuliner Melek Digital Demi Perluas Pemasaran

Sandiaga mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh para pelaku kuliner adalah digitalisasi yang kurang merata

Menparekraf Minta Pelaku Usaha Kuliner Melek Digital Demi Perluas Pemasaran
Istimewa
Sandiaga Uno ketika meninjau Kampoeng Jadhoel yang terletak di RT 04/ RW 02 Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menkankan bagi pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di sektor kuliner agar go digital.

Menurutnya, digitalisasi di era saat ini sebuah keharusan untuk memperluas pemasaran produk.

Sandiaga mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh para pelaku kuliner adalah digitalisasi yang kurang merata. 

“Pemerintah sudah ada program ‘Ada di Warung’ untuk membantu rantai distribusi produk ekonomi kreatif dengan menyalurkan produk kuliner ke dalam jaringan warung-warung dan toko kelontong di Indonesia yang sudah dijalankan tahun lalu dan juga kembali dilakukan tahun ini juga. Termasuk kemarin juga ada Beli Kreatif Danau Toba,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Sulap Bali Jadi Rumah Kedua, Sandiaga Uno Dorong Long Term Visa bagi Wisatawan Mancanegara  

Sandiaga mengatakan sepanjang 2020 Kemenparekraf/Baparekraf berhasil mendigitalisasikan empat juta pelaku kuliner dari target dua juta pelaku. 

“Sedangkan, di tahun ini, program-program tersebut akan kembali dilakukan dengan target yang lebih besar, yakni sekitar delapan juta UMKM,” katanya.

Pihaknya juga telah melaksanakan sejumlah program pelatihan seperti pelatihan kemasan produk kuliner, bedah desain kemasan, bedah gerai, promosi dan voucher diskon pada event-event di platform e-commerce. 

Program-program ini diharapkan mampu mengangkat nama produk lokal agar tetap eksis dan bisa bersaing dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability).

“Selain itu, perlu ada kolaborasi, adaptasi, dan inovasi dari kita bersama agar UMKM kuliner kita semakin maju,” ungkapnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas