Hadapi Era VUCA, Perbankan Harus Siapkan Pemimpin yang Punya Strategi
Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, era industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi para business leaders, khususnya di perbankan.
Editor: Sanusi
![Hadapi Era VUCA, Perbankan Harus Siapkan Pemimpin yang Punya Strategi](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/tiko2-3.jpg)
Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, era industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi para business leaders, khususnya di perbankan.
Menurutnya, kini bisnis model telah berubah signifikan, sehingga perlu mempelajari keterampilan baru agar tetap kompetitif.
Baca juga: Perbankan Selektif Berikan DP 0 Persen KPR
Ditambah lagi di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini, seluruh organisasi dituntut untuk dapat beradaptasi.
"Era industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri untuk business leader perbankan. Terutama adanya perkembangan teknologi yang sudah sedemikian masif di berbagai sektor," ucap Kartika dalam Webinar, Kamis (8/4/2021).
Kartika juga tak lupa berbicara terkait pentingnya perbankan untuk menyiapkan pemimpin yang memiliki strategi dalam menghadapi era VUCA.
Baca juga: Aset BPR Syariah Disebut Lampaui Pertumbuhan Industri Perbankan Umum
VUCA merupakan singkatan dari volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity.
Jadi, VUCA adalah fenomena yang menggambarkan situasi dunia yang mengalami perubahan sangat cepat dan cenderung tidak bisa ditebak.
"Dari adanya tantangan tersebut, dibutuhkan profil seorang leader yang memiliki purpose, atitude dan skill yang kuat. Karena, purpose dan attitude akan menjadi sumber energi utama," ucap Kartika.
"Dan diperlukan juga untuk mengembangkan keempat skill yang lain yaitu leadership skill, manajerial skill, thinking skill dan technical skill," tambahnya.
Dalam hal ini, Purpose adalah keinginan kuat untuk mewujudkan masa depan yang baik untuk diri sendiri, keluarga maupun komunitas, seperti bangsa dan negara. Purpose tersebut harus dilengkapi dengan leaders attitude yang baik.
Kemudian, Kartika juga mengatakan, seorang leaders harus memiliki visi dan strategi yang jelas. Dan seorang leaders juga harus mampu mengeksekusi seluruh purpose dengan agility dan inovasi.
"Leader harus mempunyai thinking skill, kemampuan berpikir kedepan untuk memeriksa kemungkinan, ketidakpastian, strategi dan alternatif-alternatifnya," ujar Kartika.
"Dan thinking again diperlukan untuk memeriksa efektivitas saat ini, serta thinking accros yaitu kemampuan untuk memeriksa sektor lain atau bidang lain sebagai alternatif solusi bagi bidangnya," pungkasnya.